29 May 2024, 13:20

Eks Mensos Harap Dapat Tuntutan yang Adil

Maqdir Ismail

Maqdir Ismail

daulat.co – Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara akan menjalani sidang pembacaan surat tuntutan oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini, Rabu (28/7/2021). Juliari melalui kuasa hukumnya, Maqdir Ismail berharap tuntutan yang adil dari tim penuntut umum.

“Tentu dengan harapan Pak Juliari Peter Batubara akan dituntut secara adil,” ucap Maqdir dalam keterangannya.

Juliari akan menghadapi tuntutan dalam perkara suap pengadaan bansos Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek. Dikatakan Maqdir, selama proses persidangan, dakwaan jaksa terkait penerimaan Rp 14,7 miliar terhadap kliennya terbantahkan. Disebutkan, uang Rp 14,7 miliar yang diterima Juliari itu melalui Matheus Joko Santoso selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos dan Adi Wahyono selaku kuasa pengguna anggaran.

Dalam persidangan perkara ini, kata Maqdir, mantan Staf Ahli Juliari, Kukuh Ary Wibowo; Seretaris Pribadi Juliari, Selvy Nurbaety; dan Eko Budi Santoso selaku ajudan Juliari yang sempat dihadirkan sebagai saksi menyatakan tidak pernah meminta atau menerima uang terkait bansos.

“Ketiga saksi tersebut secara tegas dan terang membantah bahwa tidak ada uang yang mereka terima untuk kepentingan terdakwa Juliari Peter Batubara dari Matheus Joko Santoso melalui Adi Wahyono,” ujar Maqdir.

Tak hanya kesaksian tiga orang itu, sambung Maqdir, kesaksian dari Harry van Sidabukke, Ardian Iskandar Maddanatja, Rocky Joseph Pesik, Raj Indra Singh, Mohammad Iqbal, Dino Aprilianto, Raka Iman Topan, Riski Riswandi, Irman Putra, Kuntomo Jenawi, Merry Hartini, dan Chandra Andriati secara tegas menyatakan tidak pernah ada niat untuk memberi uang kepada Juliari Peter Batubara. 

“Tidak juga terlintas dalam pikiran mereka bahwa uang yang diberikan kepada Matheus Joko Santoso untuk kepentingan Pak Juliari Batubara,” kata Maqdir.

Terlebih para saksi tersebut pernah bertemu secara langsung dengan Juliari yang saat itu menjabat sebagai Mensos. Terkecuali secara kebetulan Harry Van Sidabukke, menerangkan pernah bertemu dengan Juliari Batubara, ketika meninjau gudang. 

Dikatakan Maqdir, kliennya tidak pernah menerima hadiah atau janji yang terkait dengan kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya sebagai Mensos.

Menurut Maqdir, pernyataan Juliari menerima uang hanya keluar dari mulut Matheus Joko. Dikatakan Maqdir, Matheus Joko sengaja berbohong untuk menyeret Juliari Batubara ke dalam pusaran kasus dugaan suap bansos. Terlebih, Matheus Joko yang saat ini mengajukan diri sebagai justice collaboratore dinilai hanya untuk mendapat keringanan hukuman.

“Saksi seperti yang ditunjukkan oleh saksi Matheus Joko Santoso ini adalah saksi jahat. Saksi seperti ini harus dihentikan, dengan cara memberi hukuman yang tinggi dan membebaskan orang yang dituding oleh saksi seperti Matheus Joko Santoso dari segala dakwaan,” tutur Maqdir.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Jokowi Dorong Perguruan Tinggi Berkolaborasi Dengan Para Praktisi dan Pelaku Industri

Read Next

Menkes Dorong Industri Farmasi Tingkatkan Kapasitas Produksi Obat Terapi Covid-19