23 May 2024, 23:44

Eks Komisioner KPU Penerima Suap Caleg PDIP Jalani Hukuman di Lapas Kedungpane

Wahyu Setiawan

daulat.co – Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan kini menjalani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah. Terpidana penerima suap dari Caleg PDIP Harun Masiku itu menjalani hukuman lantaran perkara suap pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR periode 2019-2024 yang menjeratnya telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Demikian disampaikan Plt Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri. Ali mengatakan, Wahyu dieksekusi oleh Jaksa Eksekusi KPK ke Lapas Kedungpane Kamis (17/6/2021).

Di Lapas Kedungpane, Wahyu bakal menjalani hukuman 7 tahun pidana penjara dikurangi masa tahanan sebagaimana putusan Kasasi MA. Selain dijatuhi hukuman pidana, Wahyu juga dihukum untuk membayar uang denda sejumlah Rp 200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

“Selain itu, penjatuhan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik dalam menduduki jabatan publik selama 5 tahun terhitung setelah selesai menjalani pidana pokok,” ucap Ali, dalam keterangannya, Sabtu (19/6/2021).

MA diketahui memperberat hukuman Komisioner KPU, Wahyu Setiawan yang merupakan terdakwa perkara suap PAW Anggota DPR periode 2019-2024. Meski demikian, Majelis Hakim MA menolak permohonan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas perkara tersebut.

Putusan Kasasi MA tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada Jumat 2 Juni 2021. Duduk sebagai Ketua Majelis, Suhadi dengan Hakim Anggota, Agus Yunianto dan Syamsul R. Chaniago.

“Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Jaksa/Penuntut Umum. Namun demikian menurut MA, terlepas dari alasan/keberatan kasasi Penuntut Umum, pemidanaan yang dijatuhkan kepada Terdakwa I Wahyu Setiawan perlu diperbaiki sekadar mengenai pemidanaan yang dijatuhkan,” ucap Juru Bicara MA Andi Samsan Nganro dalam keterangannya, Senin (7/6/2021).

Dikatakan Andi Samsan, Majelis Hakim Kasasi memperberat putusan pidana penjara Wahyu dari semula enam tahun di tingkat banding menjadi tujuh tahun. Majelis Hakim juga memperberat denda yang dijatuhkan terhadap Wahyu menjadi Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan, dari semula Rp 150 juta subsider empat bulan kurungan.

“Selain itu MA juga memperbaiki putusan judex facti mengenai pidana tambahan yang dijatuhkan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik dari 4  tahun menjadi 5 tahun,” ujar Andi.

MA menilai terdapat keadaan yang memberatkan Wahyu Setiawan sehingga hukumannya diperberat. Yakni Wahyu selaku pejabat atau penyelenggara negara sebagai Anggota KPU RI bertanggung jawab atas terpilihnya penyelenggara negara yang baik, bersih dan jujur.

“Seharusnya terdakwa bekerja dengan baik, jujur, dan bersih akan tetapi malah justru mengingkari sumpah jabatannya,” ujar Andi Samsan yang merupakan Wakil Ketua MA bidang Yudisial.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Belum Laporkan Harta Kekayaan, Pihak Kasad Sempat Konsultasi dengan KPK

Read Next

3 Eks Pemeriksa Pajak KPP PMA Jalani Hukuman di Lapas Sukamiskin