21 May 2024, 22:41

Eks Kepala KPP PMA Jakarta Divonis 6,5 Tahun Penjara

Palu hakim - ist

Palu hakim – ist

daulat.co – Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman enam tahun dan enam bulan terhadap terdakwa Yul Dirga. Mantan Kepala Kantor Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) Tiga Jakarta itu juga divonis denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana terhadap yul dirga dengan pidana penjara selama 6 tahun dan 6 bulan dan denda Rp 300 juta bila denda tidak dibayar diganti kurungan selama 3 bulan,” kata hakim ketua M Sirajd saat membacakan amar putusan terdakwa Yul Dirga, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan yakni mewajibkan Yul Dirga membayar uang pengganti 18.425 USD, 14.400 USD, dan Rp 50 juta.

“Selambat-lambatnya satu bulan setelah keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, bila tidak membayar akan mengganti uang tersebut bila tidak punya akan dipidana selama 2 tahun,” tutur Sirajd.

Menurut majelis hakim, Yul Dirga terbukti menerima suap senilai USD18.425, USD14.400, dan Rp 50 juta dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim dan Katherine Tan Foong Ching selaku Chief Financial Officer Wearnes Automotive PTE LTD.

Tujuan pemberian uang agar Yul Dirga dan tiga orang pemeriksa pajak KPP PMA Tiga Jakarta yaitu Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi menyetujui permohonan lebih bayar pajak (restitusi) yang diajukan PT WAE tahun pajak 2015 dan 2016.

Perbuatan Yul Dirga dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Mengadili menyatakan terdakwa yul dirga terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tipikor secara bersama-sama sebagaimana dakwaan kesatu pertama,” ucap Sirajd.

Dalam penjatuhan vonis ini, hakim anggota Joko Subagyo sempat mengajukan dissenting opinion atau berbeda pendapat. Dalam memberikan hukuman, majelis hakim mempertimbangkan hal-hal memberatkan dan meringankan.

Untuk hal yang memberatkan, perbuatan Yul Dirga itu dinilai tidak mendukung program pemeirntah mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN.

Perbuatan Yul Dirga juga dinilai berpengaruh negatif dalam optimalisasi penerimaan negara khusunya sektor pajak. Selain itu, terdakwa Yul Dirga juga telah menikmati hasil perbuatan, berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatan.

“Hal meringankan, terdakwa sopan selama persidangan, terdakwa belum pernah dihukum,” tutur hakim.

Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK. Sebelumnya Yul Dirga dituntut hukuman penjara 9 tahun 6 bulan dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan. JPU KPK juga mewajibkan Yul Dirga membayar uang pengganti sebesar 133.025 dolar AS, 49 ribu dolar Singapura dan Rp 25 juta.

Atas putusan tersebut, Yul Dirga menyatakan pikir-pikir. Hal serupa juga disampaikan jaksa penuntut umum pada KPK.

“Saya pikir-pikir dulu,” ucap Yul Dirga.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Pasien Corona Asal Comal Meninggal Dunia

Read Next

KPK Dalami Penggunaan Uang Mitra PT DI ke Dirut PT PAL Indonesia