23 May 2024, 22:27

Eks Jaksa KPK dalam Pusaran Suap Penanganan Perkara di MA

daulat.co – Jaksa Fungsional pada Direktorat Pelanggaran HAM Berat Jampidsus Kejagung, Dodi W Leonard Silalah terseret dalam pusaran kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). Hal itu mengemuka lantara nama Dodi masuk salah satu pihak yang dijadwalkan diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini, Selasa (20/12/2022).

Dodi merupakan mantan jaksa yang ditugaskan di KPK oleh Kejagung. Karena terbukti dalam sidang etik, Dodi dikembalikan ke Kejagung.

Selain Dodi, tim penyidik juga memanggil sejumlah empat saksi lainnya. Yakni, Staf Honorer pada MA, Ahmad Fauzi; Wiraswasta, Riris Riska Diana; serta dua petugas cleaning servis ruangan Sudrajad, Fauzi dan Aji Wijayanto.

Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri mengatakan, Dodi dan empat saksi lainnya itu diagendakan diperiksa sebagai saksi dugaan suap pengurusan perkara di MA untuk tersangka Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Pemeriksaan terhadap mereka dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

“Hari ini pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung, untuk tersangka SD (Sudrajad Dimyati) dkk,” ucap Ali dalam keterangannya.

Ali enggan mengungkap kaitan Dodi dalam kasus ini. Berdasarkan informasi, Dodi disinyalir pernah berkomunikasi dengan Sekretaris MA, Hasbi Hasan. Hingga berita ini ditayangkan belum ada tanggapan dari dua nama itu terkait kabar tersebut.

Dalam proses penyidikan, Hasbi Hasan telah diperiksa. Ruangan kerja Hasbi Hasan di MA juga tak luput digeledah tim penyidik KPK beberapa waktu lalu.

Dalam kasus ini, Sudrajad Dimyati merupakan satu dari 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara 9 tersangka lainnya yakni, Elly Tri Pangestu selaku Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Mahkamah Agung, Desy Yustria dan Muhajir Habibie selaku PNS Kepaniteraan Mahkamah Agung.

Kemudian, Redi dan Albasri yang merupakan PNS di MA, Yosep Parera dan Eko Suparno sebagai pengacara, Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto dari pihak swasta atau Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID). Penetapan tersangka ini menindaklanjuti kegiatan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim KPK di Jakarta dan Semarang pada Rabu (21/9/2022). Dalam OTT itu, tim KPK juga mengamankan uang yang diduga suap senilai SGD205.000 dan Rp50 juta.

Diduga, Hakim Agung Sudrajad, Elly Tri Pangestu, Desy Yustria, Muhajir Habibie, Redi, dan Albasri diduga menerima sejumlah uang dari Heryanto Tanaka, Ivan Dwi Kusuma Sujanto, Yosep, dan Eko Suparno. Suap didiga berkaitan dengan upaya kasasi di MA atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Atas dugaa penerima suap, Sudrajad, Desy, Elly, Muhajir, Redi, dan Albasri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Heryanto, Yosep, Eko, dan Ivan Dwi yang dijerat atas dugaan pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

(Rangga)

Read Previous

Geledah Kantor Pimpinan DPRD Jawa Timur, KPK Amankan Sejumlah Uang

Read Next

Ungkap Mafia Kasus, KPK Beri Sinyal Bongkar ‘Permainan’ Penegak Hukum Lain