21 October 2021, 09:05

Eks Direktur Keuangan PT Jasindo Didakwa Perkaya Diri USD 198.340

Asuransi Jasindo

daulat.co – Mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasa Indonesia (PT Jasindo), Solihah didakwa melakukan korupsi terkait pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif pada PT Jasindo (Persero). Dari perbuatan rasuah yang dilakukan bersama-sama sejumlah pihak, Solihah diperkaya 198.340 dolar AS.

Demikian terungkap saat jaksa penuntut umum pada KPK membacakan surat dakwaan terdakwa Solihah, di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021). Solihah didakwa melakukan korupsi terkait pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif pada PT Jasindo bersama-sama dengan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jasindo, Budi Tjahjono.

Perbuatan rasuah itu juga memperkaya Budi Tjahjono sebesar 462.795 dolar AS dan Supomo Hidjazie senilai 136 dolar AS. Akibat perbuatan tersebut, negara dirugikan sebesar 766.955 dolar AS atau setara Rp 7.584.102.194 (Rp 7,58 miliar).

“Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga dipandang sebagai perbuatan berlanjut, secara melawan hukum. Yaitu merekayasa kegiatan agen dan melakukan pembayaran komisi terhadap kegiatan agen asuransi fiktif atas nama Supomo Hidjazie pada PT Asuransi Jasa Indonesia Persero (PT Asuransi Jasindo) dalam penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS,” ucap Jaksa KPK.

Atas perbuatannya, Solihah didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Merugikan keuangan negara c.q PT Asuransi Jasindo sebesar 766.955 dolar AS atau setara dengan Rp7.584.102.194 (Rp7,58 miliar) atau setidak-tidaknya sejumlah itu,” ucap jaksa.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Sepupu Menantu Eks Sekretaris MA Divonis 4 Tahun Penjara

Read Next

Korupsi Agen Fiktif Jasindo, Wibowo Suseno Wirjawan Disebut Kecipratan USD100.000