24 May 2024, 02:03

Eks Ajudan Akui Ihsan Yunus Pernah Temui Juliari Peter Batubara

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

daulat.co – Politikus PDIP sekaligus anggota DPR, Ihsan Yunus pernah melakukan pertemuan dengan mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara. Pertemuan itu dibenarkan Eko Budi Santoso, ajudan Juliari sewaktu menjabat Mensos.

“Seinget saya sekali,” kata Eko saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan bansos sembako untuk penanggulangan Covid-19 dengan terdakwa Juliari Peter Batubara, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin, (21/6/2021).

Pernyataan itu diungkapkan Eko setelah sebelumnya disinggung oleh hakim ketua Muhammad Damis. Mendengar pengakuan itu, hakim Damis kembali mempertegas.

“Apakah saudara lihat bertemu?” tanya Damis.

“Bertemu,” jawab Eko.

“Apakah saudara ikut dalam petemuan itu?” cecar Damis.

“Tidak,” jawab Eko.

“Berapa lama?” tanya Damis.

“Tidak lama, karena pak menteri pada waktu itu akan ada sidak lapangan,” ucap Eko.

Lantaran tak ikut dalam pertemuan itu, Eko mengaku tak mengetahui isi pembicaran  antara dua politisi PDIP itu. “Tidak,” tutur Eko.

Dalam perkara ini, Juliari didakwa bersama PPK bansos Corona Matheus Joko Santoso dan KPA bansos Corona Adi Wahyono menerima uang suap Rp 32,4 miliar. Penerimaan uanf itu berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial (bansos) berupa sembako dalam rangka penanganan virus Corona atau COVID-19 di Kementerian Sosial (Kemensos).

Uang ini disebut jaksa diterima Juliari dari potongan fee bansos Rp10 ribu per paket yang dipungut oleh Adi dan Joko. Uang sebesar Rp 32 miliar itu diduga diterima Juliari Batubara melalui  Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Adapun, rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari Konsultan Hukum, Harry Van Sidabukke, senilai Rp 1,28 miliar. Kemudian, dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp 1,95 miliar. Sementara uang Rp 29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

Uang dugaan suap itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Diantaranya yakni, PT Pertani, PT Mandala Hamonganan Sude dan PT Tigapilar Agro Utama.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Asrama Haji Siap Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Read Next

Puan Maharani Desak Pemerintah Tingkatkan Pengendalian Covid-19