24 June 2024, 04:09

Duh! Abrasi Tebing Sungai di Dukuh Karangsambung – Mojo Ancam Pemukiman

daulat.co – Warga Dukuh Karangsambung, Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, mengharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang melakukan perbaikan tebing Sungai Comal yang terkikis. Utamanya perbaikan tanggul penahan dengan sistem anyaman bronjong.

Keresahan warga ini disampaikan pada saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Pemalang baru-baru ini. Warga Dukuh Karangsambung khawatir jika tebing sungai tidak segera diperbaiki akan merembet dan mengikis permukiman warga.

“Memang sangat berbahaya kalau tidak segera diperbaiki, pemukiman warga bisa terkikis dan hanyut ke sungai. Tambatan perahu juga rusak karena tebing sungai terkikis, padahal mayoritas warga Karangsambung mencari ikan (petani ikan budidaya dan petani ikan laut),” terang Anggota Komisi B DPRD Pemalang Slamet Ramuji kepada daulat.co, Jumat 17 Juli 2020.

Anggota legislatif asal Mojo itu menyatakan, panjang tebing sungai yang mengalami kerusakan parah sekitar 1 KM. Selain kekhawatiran mengikis perumahan warga, terkikisnya tebing sungai jika tidak segera diperbaiki juga dikhawatirkan akan memperluas atau semakin memanjang.

Perbaikan yang dapat menahan perluasan kikisan, kata Slamet Ramuji adalah dengan anyaman bronjong dan batu pecahan. Kali terakhir, perbaikan dengan sistem bronjong ini dilakukan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, yakni melalui Balai Besar Wilayah Pemali – Juana.

Seperti halnya perbaikan sebelumnya, Slamet Ramuji yang juga Sekretaris Fraksi PKB DPRD Pemalang itu akan memperjuangkan aspirasi warganya ke Pemprop Jateng.

Ditambahkan, dalam kunker ke Ulujami, Komisi B DPRD Pemalang juga meninjau Kawasan Konsevasi Hutan Mangrove di Desa Mojo. Kunker dipimpin Ketua Komisi B Fahmi Hakim dan diikuti Ujiyanto MR, Bambang Setiyono, Turah Raharjo, Hj Yaningsih, Rina Tyastuti dan didampingi pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup.

Slamet Ramuji

Ditambahkan Slamet Ramuji, Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Mojo perlu dioptimalkan sebagai salah satu tujuan atau destinasi wisata di Kabupaten Pemalang. Sarana dan prasarana pendukung kondisinya saat ini mendesak dilakukannya perbaikan/rehabilitasi.

Baik akses jalan di kawasan konservasi, tempat perahu bersandar, hingga fasilitas umum lainnya seperti toilet umum, papan informasi, hingga pengelolaan kawasan konservasi mangrove.

“Komisi B juga mengagendakan mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mojo untuk melihat langsung bagaimana kondisi petani ikan laut maupun petani ikan budidaya dalam menjual ikan hasil tangkapan,” demikian Slamet Ramuji.

(Sumitro)

Read Previous

Divonis 4 Tahun, Hakim Bebaskan Wawan dari Sangkaan TPPU

Read Next

Demo di Alun-Alun Pemalang, FPI Serukan Penolakan RUU HIP