27 May 2024, 14:38

DPR Tetapkan Erika Retnowati Sebagai Ketua Komite BPH Migas 2021-2025

Gedung MPR/DPR/DPD RI

Gedung MPR/DPR/DPD RI

daulat.co – Komisi VII DPR RI menetapkan Erika Retnowati sebagai Kepala BPH Migas periode 2021-2025. Erika terpilih dari total 18 calon Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang diajukan Presiden Joko Widodo.

Selain menetapkan Erika, Komisi VII DPR secara resmi juga telah menetapkan delapan nama yang terpilih lainnya untuk mengisi posisi sebagai Kepala dan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kamis 1 Juli 2022, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno mengungkapkan, penetapan Erika sebagai Ketua dan delapan lainnya sebagai Anggota BPH Migas dilakukan setelah Uji Kepatutan dan Kelayakan (Fit and Proper Test) terhadap 17 calon.

Secara keseluruhan, proses Uji Kepatutan dan Kelayakan digelar di Ruang Rapat Komisi VII DPR RI, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta dan berlangsung dengan protokol kesehatan ketat dan berdasarkan Surat Presiden Nomor R-20/Pres/05/2022 per tanggal 3 Mei 2021.

“Uji Kepatutan dan Kelayakan astau Fit and Proper Test untuk Calon Kepala dan Anggota Komite BPH Migas telah rampung dan sudah ada nama-nama komite BPH Migas yang baru dengan Kepala BPH Migas terpilih yakni Ibu Erika Retnowati,” kata dia.

Dony Maryadi Pertanyakan Komitmen Calon Anggota BPH Migas Soal Pengembangan Gas Bumi di Selatan Jawa

Penetapan Erika, lanjut Eddy Soeparno, sekaligus sebagai sejarah baru karena untuk pertama kalinya BPH Migas dipimpin oleh sosok perempuan. Kita membuat sejarah dengan memilih Kepala BPH Migas perempuan pertama.

Ia menuturkan, selain menunjuk Erika Retnowati sebagai Kepala BPH Migas, Komisi VII DPR RI juga telah menunjuk delapan anggota BPH Migas baru. Mereka adalah Abdul Halim, Basuki Trikora Putra, Eman Salman Arief, Harya Adityawarman, Iwan Prasertya Adhi, Saleh Abdurrahman, Wahyudi Anas dan Yapit Sapta Putra. 

Eddy berharap, Ketua dan Anggota BPH Migas terpilih dapat menyelesaikan berbagai macam persoalan dan tantangan di sektor hilir migas. Di antaranya dengan mempercepat progres pembangunan infrastruktur gas bumi dan mengimplementasikan kebijakan BBM satu harga di wilayah terdepan, terpencil, tertinggal (3T). 

Komite BPH Migas baru juga diharapkan dapat mereduksi penggunaan bahan bakar seperti premium dan pertalite dengan penggunaan BBM berkualitas. Kemudian dapat menjawab tantangan zaman dimana dunia saat ini dalam proses transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.

“Harapan kami dari Komisi VII DPR RI terhadap BPH Migas kedepannya dapat semakin maksimal dalam bekerja dan menjawab isu-isu tersebut,” tegas Eddy. 

Setelah penetapan sembilan nama terpilih sebagai Ketua dan Anggota Komite BPH Migas, DPR selanjutnya akan menyerahkan daftar nama terpilih kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
 
Komisi VII DPR RI diketahui melakukan proses Uji Kepatutan dan Kelayakan terhadap calon Ketua dan Anggota Komite BPH Migas periode 2021-2025 terhadap 17 dari 18 calon yang disodorkan Presiden. Satu calon yang sedianya akan mengikuti fit and proper test tutup usia yakni Ferdi Novianto.

Kabar Duka Terungkap di Komisi VII DPR, Satu Calon Anggota BPH Migas Dikabarkan Meninggal

Erika sendiri akan menggantikan posisi M. Fanshurullah Asa yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya, wanita kelahiran Mataram 20 Juli 1963 itu menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan Kementerian ESDM sejak 2015.

Selain itu, Erika memiliki pengalaman sebagai akuntan pada Deputi Pegawai Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian, BPKP Tahun 1992-2001. Kemudian, ajun akuntan pada Deputi Pengawasan tahun 1985-1988.

(Sumitro)

Read Previous

“Sobat Bayar” Program Pemberdayaan UMKM dari Menag dan Menteri BUMN

Read Next

HUT Bhayangkara, Jokowi Beri Penghargaan Kepada 3 Anggota Polri

One Comment

Comments are closed.