29 May 2024, 12:52

DPR Ingatkan Menteri BUMN Maksimalkan Kinerja Perusahaan Plat Merah

daulat.co – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Fraksi PKB di Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, mengapresiasi kinerja Badan Usaha Negara (BUMN) yang telah memberikan pendapatan ke negara dalam bentuk dividen sebesar Rp 377,8 triliun dan pajak senilai Rp 1.518,7 triliun selama periode 2010-2019.

Namun, demikian, sumbangan BUMN baik dalam bentuk deviden dan pajak pada negara itu belum cukup ideal dan membahagiakan. Pasalnya, dari 142 perusahaan plat merah itu, tercatat masih banyak perusahaan yang mengalami kerugian.

“Saya mengapresiasi BUMN yang sudah setor dividen ke Negara sebanyak Rp377,8 triliun dan penerimaan pajak BUMN Selama 2010-2019 sebesar Rp.1,518,7 Triliun,” kata Nasim Khan di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu 17 Februari 2021.

“Apakah ini dianggap ideal atau belum mencapai target dan apakah ini penerimaan pajak yang membahagiakan? Menurut saya belum ideal dan belum membahagiakan,” sambungnya.

Kata Nasim, setoran deviden dan penerimaan ideal dan membahagikan apabila 142 BUMN sudah memberikan pendapatan yang sesuai dengan target dan memberikan pajak yang maksimal. Selain itu juga tidak ada perusahaan yang masih mengalami kerugian.

Wakil rakyat asal Dapil Jatim III itu mencatat, Pendapatan yang diraih dari seluruh BUMN hingga akhir November 2019 mencapai Rp 210 triliun. Tepatnya, 76 persen dari total Rp 210 triliun dan hanya disumbangkan dari 15 perusahaan BUMN. Sementara perusahaan plat merah lainnya belum optimal.

Sejumlah perusahaan plat merah diketahui masih mengalami kerugian di tahun 2019. Diantaranya, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Indofarma (Persero) Tbk, PT PAL Indonesia (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Kertas Leces (Persero).

“Kementerian BUMN harus lebih bekerja keras lagi untuk memaksimalkan BUMN-BUMN agar lebih optimal lagi dan dalam memberikan laba yang lebih banyak lagi ke Negara,” tegas Nasim Khan.

Mengenai patokan target nilai deviden BUMN pada tahun 2021 yang mematok deviden sebesar Rp26,1 triliun, dia mengakui patokan tersebut sangat wajar. Sebab saat ini semua sektor usaha mengalami dampak penurunan akibat pandemi Covid-19.

Nasim optimis, perusahaan BUMN bisa mencapai target yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan (Kemenekeu). Apalagi, latar belakang Menteri BUMN, Erick Thohir, merupakan pengusaha yang berpengalaman.

“Semoga Pandemi tidak menjadi suatu hambatan bagi BUMN-BUMN untuk terus berkarya dan berprestasi untuk menciptakan strategi-strategi yang handal dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang saat ini lagi memprihatinkan,” katanya.

Komisi VI DPR RI sendiri sebagai mitra kerja BUMN telah memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan plat merah dalam bentuk kebijakan dan anggaran. Tercatat beberapa perusahaan BUMN terdampak Pandemi disuntik dana dari Pemerintah sebanyak Rp 75,94 triliun di tahun 2020.

Dari total tersebut, Rp56,288 triliun merupakan dukungan dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) dan sebesar Rp19,65 triliun dalam bentuk pinjaman Investasi Pemerintah dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dukungan dalam bentuk PMN diberikan kepada PT Perusahaan Listrik Negara sebesar Rp5 triliun, PT Sarana Multigriya Finansial sebesar Rp1,75 triliun, PT Permodalan Nasional Madani sebesar Rp1 triliun, PT Hutama Karya sebesar Rp3,5 triliun, PT Geo Dipa Energi sebesar Rp700 miliar, LPEI sebesar Rp5 triliun dan dukungan non tunai kepada PT BPUI (Persero) sebesar Rp268 miliar.

(Sumitro)

Read Previous

Alhamdulillah, BNPB Berikan Rekomendasi Musabaqah Al-Qur’an dan Hadis 2021

Read Next

Alami Kontraksi Ekonomi, Pemprop Jatim Disarankan Genjot Sektor Pertanian & Padat Karya