23 May 2024, 17:23

Dorong Tindaklanjut Public Hearing Komisi C Bojonegoro, Warga Campurejo Surati Pimpinan PT Pertamina EP Asset-4

daulat.co – Kepala Desa Campurejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Edi Sampurno, membenarkan warganya mengirim surat yang ditujukan kepada pimpinan PT Pertamina EP Asset-4 dengan tembusan kepada SKK Migas, Devisi Formalities SKK Migas, General Manager PT Pertamina Asset-4 dan Pimpinan SKK Migas Jabanusa.

Warga mengambil kangkah ini karena merasa hasil rapat dengar pendapat (Public Hearing; red) Komisi C DPRD Bojonegoro bersama perwakilan PT Pertamina EP Asset-4 Sukowati Field dan Pemdes Campurejo baru-baru ini belum ada tindaklanjutnya hingga saat ini.

Tiga poin rekomendasi Komisi C dalam RDP tersebut, diantaranya meningkatkan komunikasi antara pihak PT Pertamina EP Asset-4 Sukowati Field dengan Pemdes Campurejo atau warga sekitar operasi Migas, kepastian pembebasan lahan jalur pipa, dan prioritas terkait CSR bagi ring sekitar.

Masyarakat Campurejo meminta kepada pimpinan PT Pertamina EP Aset-4 guna mempercepat proses perluasan lahan penyangga. Hal ini, sesuai hasil sidang keputusan dokumen Amdal yang dilaksanakan sekira 7 tahun yang lalu di Surabaya. Serta menindaklanjuti rekomendasi hasil hearing.

“Sebagai kepala desa saya juga mengetahui apa yang dikehendaki warga, sebab pihak Pemdes sampai saat ini belum mendapatkan kabar kelanjutan hal-hal yang sudah diharapkan,” ucap Edi Sampurno, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis 1 Oktober 2020.

Disampaikan, upaya membangun komunikasi telah disampaikan pihak Pemdes Campurejo, saat hearing di DPRD. Semuanya disampaikan secara jelas, dari masalah jalur pipa, perluasan lahan rencana lahan penyangga, permasalah tentang kebutuhan tenaga kerja, hingga terkait program CSR atau PPM bagi desa sekitar.

“Masyarakat sebagai penerima manfaat selalu mempertanyakan program-program yang bersumber dari perusahaan sebab selama beralih ke operator baru terkesan tidak ada apa-apa, sehingga kami sampaikan saat hearing,” tegasnya.

Kata dia, tanggung jawab sosial yang seharusnya dilaksanakan dan diberikan oleh perusahan kepada wilayah sekitar, merupakan program sekaligus sebagai sarana komunikasi bersama Pemdes serta masyarakat guna melakukan sinkronisasi agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan.

“Tidak adanya komunikasi dan sinkronisasi mengakibatkan tumpang tindihnya program kegiatan seperti di bidang kesehatan, pada akhirnya para penerima manfaat atau warga terkesan tidak merasakan adanya program tersebut,” kata Edi Sampurno.

Pemerintahan Desa Campurejo, Bojonegoro, berharap surat yang dikirimkan masyarakat PT Pertamina EP Asset-4 segera memperoleh tanggapan serta tindaklanjut demi kebaikan bersama, pungkasnya.

Solihin, salah satu warga menyampaikan, dirinya bersama 5 orang pemilik lahan lainnya selama bertahun-tahun menunggu kabar kejelasan pembebasan lahan yang rencananya digunakan sebagai lahan penyangga. Namun hingga saat ini tak kunjung ada kejelasan dari pihak perusahaan.

Sebab sejak awal muncul rencana perluasan dan pembebasan lahan seluruh pemilik lahan sekitar telah mengumpulkan dokumen kepemilikan tanah. Bahkan pihak Pemdes Campurejo juga tidak mengetahui kabar kelanjutan rencana tersebut.

“Kami sangat heran dengan pihak operator atau perusahan yang terkesan tidak memperhatikan adanya keluhan warga, dan cenderung tidak ada tindaklanjut maupun realisasi perluasan lahan,” kata Solikin.

Diungkapkan, saat operator pengeboran masih dipegang JOB PPEJ dulu hubungan komunikasi terjalin sangat baik, namun sejak beralih ke operator yang baru tidak ada komunikasi yang baik antara pihak perusahaan dengan Pemdes. Terlebih terkait dengan program-program CSR dirasakan hampir tidak pernah ada.

“Kami benar-benar berharap pimpinan perusahaan dan SKK Migas serta pihak-pihak yang berwenang agar memperhatikan lahan pertanian sekitar pengeboran yang selama ini mengalami penurunan produktivitas, dan sesegera mungkin untuk dibebaskan,” harap Solihin.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Komisi III Apresiasi Kinerja Kapolda Kalteng

Read Next

Komisi III Desak Polri Jaga Netralitas Saat Pilkada