23 May 2024, 15:39

Dorong Operasi Bandara JB Soedirman, Bupati Purbalingga Sampaikan Ini ke Menteri Perhubungan

Dyah Hayuning Pratiwi

Dyah Hayuning Pratiwi

daulat.co – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi berharap Bandara JB Soedirman dapat dioperasikan dalam waktu dekat sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan dalam mendorong aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah Kabupaten Purbalingga dan sekitarnya.

Harapan itu disampaikan Bupati Dyah dalam video cenference bersama Menteri Perhubungan, Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Perhubungan Udara dan PT Angkasa Pura II, Senin 18 Januari 2021.

Ia juga meminta Kementerian Perhubungan mendorong secara penuh kepada pihak-pihak yang terkait dengan pemenuhan persyaratan operasionalisasi bandara. Terutama kepada pihak Angkasa Pura II agar melengkapi fasilitas bandara.

“Kami juga berharap Bapak Menteri dapat mendorong pihak Angkasa Pura II untuk dapat melengkapi fasilitas bandara sisi darat berupa terminal, tempat parkir, landmark, pintu gerbang bandara, dan fasilitas lainnya,” ucap Dyah.

Dalam kesempatan itu, PT Angkasa Pura mengungkapkan jika pembangunan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Wirasaba telah mencapai 83,8350 persen per 10 januari 2021. Adapun sesuai rencana kontrak seharusnya progress sudah 99,5001%, sehingga deviasi progress sesuai master schedule -15,6652%.

Untuk Sisi Udara, pekerjaan fisik Runway 30 x 1.600 meter telah selesai 100%. Demikian pula dengan pekerjaan fisik Apron dan Taxiway juga selesai 100%. Sementara pekerjaan fisik untuk jalan akses Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) baru 43,19%.

Sesuai dengan Timeline penyelesaian pekerjaan, dibutuhkan waktu hingga Maret 2021 untuk bisa selesai. Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam penyelesaian bandara ini.

Diantaranya obstacle tiang listrik, keberadaan monumen pesawat dalam pembangunan saluran runway strip sisi utara, butuh perkuatan struktur pada ujung runway TH 28 pada tebing Sungai Serayu demi menjaga stabilitas tanah, kondisi saluran area TH 10 yang membutuhkan pemeliharaan dan curah hujan yang relatif tinggi.

“Curah hujan yang relatif tinggi menyebabkan beberapa pekerjaan terganggu, seperti pekerjaan infrastruktur, pekerjaan cut and fill, pekerjaan drainase dan pekerjaan elektrikal sisi udara,” ucapnya.

(Faqih Normansyah)

Read Previous

Bebas Murni, Vanessa Angel Gantung Status Eks Narapidana

Read Next

Skandal Fatwa MA Djoko Tjandra, Eks Politikus Nasdem Divonis 6 Tahun Bui