23 June 2024, 22:42

Djoko Tjandra Belum Tertangkap, Politikus PDIP: Terkesan Negara Kalah

dok KPK

daulat.co – Belum tertangkapnya Buronan kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra saat ini menuai polemik dan kritikan. Bahkan, timbul opini jika negara seakan kalah dalam menhadapi buronan Djoko Tjandra.

“Pesoalan sekarang kok sepertinya negara kalah dengan seorang Djoko Chandra. Terkesan negara kalah. Masa satu buronan saja tidak tertangkap.Teroris bisa ditangkap,” ungkap Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry usai RDP bersama pimpinan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020).

Politikus PDIP itu menilai, cukup sederhana menangkap Djoko Tjandra jika ada koordinasi yang baik antara Kejaksaan Agung (Kejagung RI) dengan Polri. Selain koordinasi, kata Herman, juga dibutuhkan komitmen antar institusi penegak hukum tersebut.

“Persoalannya sangat sederhana sebetulnya. Tergantung kemauan institusi penegak hukum terkordinasi antara Kejaksaan dengan polisi untuk menangkap Djoko Tjandra,” ucap Herman.

Sebab itu, kata Herman, menekankan kepada Kejagung dan Polri agar menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai aparat penegak hukum.

“Saya imbau pada penegak hukum lakukan koordinasi dengan instrumen-instrumen yang sudah ada. Segera tangkap Djoko Chandra untuk membuktikan kepada publik. Bahwa negara tidak kalah,” ujar Herman

Diketahui, nama buronan Djoko Tjandra belakangan kembali mencuat setelah diketahui lolos masuk ke Indonesia dan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus yang dihadapinya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada 8 Juni 2020.

Djoko Tjandra pada sidang pertama yang berlangsung pada Senin (29/6/2020) urung hadir dengan alasan sakit. Djoko Tjandra juga kembali absen pada sidang PK kedua yang berlangsung pada Senin (6/7/2020) kemarin.

Tim kuasa hukum Djoko Tjandra menyebut jika sang buronan tengah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Fakta baru kembali terungkap jika Djoko Tjandra ternyata, juga sempat membuat e-KTP pada hari yang sama sebelum mendaftarkan PK ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tak pelak tindakannya ini menuai pertanyaan. Pasalnya, Djoko Tjandra yang saat ini sudah menjadi warga negara Papua Nugini sesungguhnya sudah tak memenuhi syarat untuk membuat e-KTP DKI Jakarta.

Djoko Tjandra belakangan melakukan rekam data untuk e-KTP di Dinas Dukcapil Kelurahan Grogol Selatan, Jakarta Selatan. Bahkan proses yang dibutuhkan sampai e-KTP terbit disebut hanya sekitar 30 menit.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Respon KPK Soal Dugaan Konflik Kepentingan Sahroni di Kasus Bakamla dan RDP

Read Next

Erick Tohir Lapor Korupsi BUMN, KPK Siap Usut