23 June 2021, 19:10

Ditengarai Depresi Karena Hutang Bank, Pria di Ulujami Pemalang Nekad Gantung Diri

daulat.co – Seorang pria berinisial JAE (49) ditemukan tewas akibat gantung diri dirumah orang tuanya di Desa Pagergunung, Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang, Rabu, 26 Mei 2021.

Ditengarai, korban JAE nekad melakukan gantung diri karena mengalami depresi akibat permasalahan ekonomi dan hutang di bank.

Kapolsek Ulujami Ajun Komisaris Polisi Suryadi, SH melalui Kanit Reskrim Bripka Ari Wibowo menuturkan, jasad JAE pertama kali ditemukan oleh Surat yang merupakan sepupu dari JAE untuk menengok kondisi korban yang mengalami depresi. Sekira pukul 19.30 WIB di Desa Pagergunung RT 01 RW 04.

Mendapati kamarnya terkunci dari dalam, lanjut Arie, kemudian Surat mengintipnya dari jendela dan mendapati JAE tergantung di dalam kamar dengan leher terikat

Pasca melihat kejadian tersebut, Surat bersama Carno menghubungi Kepala Desa Pagergunung untuk dilakukan pendobrakan pintu yang disaksikan Anggota Polsek Ulujami dan Koramil 05/Ulujami

“Mendapat laporan, Tim Polsek Ulujami langsung bergerak mendatangi tempat kejadian untuk melakukan olah TKP”. Kata Bripka Arie Wibowo.

Bripka Arie menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, jarak kaki ke tanah dengan tinggi sekitar 141 cm dan jarak tali simpul yang mengikat leher dengan usuk reng dengan tinggi 91 cm, tinggi keseluruhan dari usuk Reng ke tanah yaitu 320 cm.

Adapun tinggi kasur/tempat tidur 63 cm, yang mana diduga digunakan sebagai alat untuk manjat, dan tinggi badan korban sekitar 156 cm.

Kemudian, dilakukan pemeriksaan luar oleh Tim Medis dari Puskesmas Mojo yang dipimpin dr. Agus Sukanto yang di dampingi oleh bidan desa, Maslah.

Hasil pemeriksaan medis, bahwa pembuluh darah keotak tersumbat, leher luka karena Bekas gantung diri dengan alat selendang, dan ditemukan cairan atau sperma yang keluar dari alat vital korban. Korban tidak mengeluarkan  kotoran karena korban tidak makan selama 3 hari menurut keterangan pihak keluarga.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan medis, korban murni bunuh diri,” tegas Arie Wibowo.

Adapun adik kandung JAE, Supriyono menerangkan, sehari sebelum kejadian, korban sempat berpesan pada dirinya untuk mengurus ibu dan bapak kandungnya dengan baik.

Kepala Desa Pagergunung, Alimin saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, sebelumnya juga korban pernah tidak sadarkan diri semenjak pertengahan bulan puasa. Ditengarai, korban mengalami depresi karena banyak tanggungan hutang di Bank.

“Korban sempat tinggal di Desa Lowa Comal bersama istri dan satu anak yang masih SD, namun pada pertengahan puasa korban pulang kerumah orang tuanya dan tinggal di desa Pagergunung,” jelas Alimin.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Korban kemudian diserahkan kepihak keluarga untuk dilakukan pemakaman. “Pemakaman dilakukan pada malam ini sekira jam 23.00,” kata Alimin.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

Ditjen Bimas Islam Serahkan Bantuan Program Percontohan Daerah Binaan di Kukar – Kaltim

Read Next

Nusron Wahid Dorong Audit Kinerja Oleh BPK Atas BUMN Farmasi