29 May 2024, 11:53

Ditangkap KPK, Ketua DPRD dan Plt Kadis PUPR Muara Enim Sudah Ditetapkan Tersangka

dok KPK

dok KPK

daulat.co – Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries HB dan pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi resmi ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Penetapan tersangka itu merupakan pengembangan perkara yang sebelumnya telah menjerat Bupati nonaktif Muara Enim, Ahmad Yani; Kepala Bidang pembangunan jalan dan PPK Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin Muhtar dan bos PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau janji terkait dengan proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2019. Bersamaan dengan dilakukannya Penyidikan sejak tanggal 3 Maret 2020, KPK selanjutnya menetapkan 2 orang tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2020).

Kasus ini bermula pada awal 2019 silam. Saat itu, Dinas PUPR Pemkab Muara Enim melaksanakan pengadaan pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan untuk Tahun Anggaran 2019. Selain kepada Ahmad Yani yang diduga menerima suap USD 35 ribu, Robi Okta Fahlefi diduga memberikan commitment fee sebesar 5 persen dari total nilai proyek kepada pihak-pihak lain untuk dapat menggarap proyek-proyek tersebut.

Robi diduga memberikan uang suap sebesar Rp 3,031 miliar kepada Aries dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2019 kepada AHB.

“Pemberian ini diduga berhubungan dengan commitment fee perolehan ROF (Robi Okta Fahlefi) atas 16 paket pekerjaan di Kabupaten Muara Enim,” ujar dia.

Adapun Ramlan Suryadi diduga menerima suap dari Robi sebesar Rp 1,115 miliar. Selain itu Robi juga diduga memberikan satu unit telepon genggam merk Samsung Note 10 kepada Ramlan yang diberikan dalam kurun waktu Desember 2018-September 2019.

“(Pemberian) bertempat di Citra Grand City Cluster Sommerset dan di rumah RS (Ramlan Suryadi),” katanya.

Atas perbuatan itu, kedua Aries dan Ramlan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk mendalami perkara ini, penyidik KPK  telah memeriksa sekitar 10 orang saksi. Selain itu, penyidik juga melakukan penggeledahan di beberapa tempat, antara lain rumah para tersangka dan kantor DPRD Muara Enim. 

“KPK juga telah melakukan pemanggilan terhadap tersangka sebanyak dua kali, namun panggilan tersebut tidak dipenuhi, yaitu pada 17 April 2020 dan  23 April 2020,” kata Alex.

Setelah memastikan keberadaan para tersangka dan bekerjasama dengan Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel, KPK melakukan penangkapan dua tersangka pada hari Minggu, 26 April 2020 kemarin. Dikatakan Alex, Ramlan ditangkap di rumah pribadinya di Perumahan Citra Grand City, Palembang. Sementara Aries ditangkap di rumah orang tuanya di Jalan Urip Sumoharjo, Palembang.

“Setelah memastikan keberadaan para tersangka dan bekerjasama dengan
Direktorat Reskrimsus Polda Sumsel, KPK melakukan penangkapan dua tersangka pada hari Minggu, 26 April 2020 lalu. Setelah diamankan, dua tersangka kemudian diperiksa di Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

Selanjutnya, dua tersangka diberangkatkan ke Gedung Merah Putih KPK dan tiba pada hari Senin tanggal 27 April 2020 sekitar jam 08.30 WIB,” terang Alex.

Kedua tersangka sempat diperiksa intensif di Gedung KPK. Usai pemeriksaan, tim penyidik memutuskan menahan kedua tersangka di dua Rutan berbeda untuk 20 hari pertama.

“Setelah diperiksa oleh penyidik KPK, para tersangka saat ini telah dilakukan
penahanan Rutan selama 20 hari terhitung sejak tanggal 27 April 2020 sampai dengan 16 Mei 2020 di Rutan Cabang KPK pada Gedung KPK Kavling C1,” kata Alex.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Soal Krisis APD, DKK Pemalang Sebut Sudah Maksimal Layani Pasien Corona

Read Next

Lawan Corona, Ace Hasan Ajak Masyarakat Tingkatkan Kedisiplinan