20 May 2024, 22:48

Ditangkap di Rumah Makan, KPK: Tersangka Lukas Enembe Tak Kooperatif

daulat.co – Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) ditangkap tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (10/1/2023) kemarin. Lukas ditangkap di sebuah rumah makan di Kota Jayapura, Papua.

Demikian diungkapkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat menjelaskan kronologi penangkapan Lukas, di Kompleks RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2023). Dikatakan Firli, Lukas ditangkap tim penyidik KPK sekitar pukul 12.30 WIT, Selasa kemarin.

“Tim penyidik mendapatkan informasi terkait tersangka LE yang sedang berada di salah satu rumah makan di Kota Jayapura. Selanjutnya tim penyidik langsung bergerak melakukan penangkapan,” ucap Firli.

Dikatakan Firli, tindakan penangkapan dilakukan dalam rangka mempercepat proses penyidikan. Mengingat Lukas diduga selalu berkelit dengan alasan sakit, sehingga tidak pernah mengindahkan pemanggilan KPK.

“Selain itu dari pengamatan dan penilaian KPK, tersangka LE tidak kooperatif,” ungkap Firli.

Setelah ditangkap, sambung Firli, Lukas Enembe dibawa ke Mako Brimob Polda Papua guna melakukan pemeriksaan awal. Kemudian, kata Firli, Lukas dibawa ke Jakarta oleh tim penyidik KPK.

Setiabnya di Jakarta, tim penyidik membawa Lukas ke RSPAD Gatot Subroto untuk pemeriksaan medis. Langkah itu ditempuh guna memastikan kondisi kesehatan Lukas Enembe.

“Pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan fisik tanda vital, laboratorium dan jantung yang kemudian pendapat dari dokter menyimpulkan bahwa tersangka Lukas Enembe diperlukan perawatan sementara di RSPAD,” terang Firli.

Ditegaskan Firli, KPK tidak pandang bulu dalam melakukan pemberantasan korupsi. Meski memang praktik korupsi itu melibatkan oknum kepala daerah.

“Kita tidak akan pernah kompromi dengan para pelaku korupsi,” ujar Firli.

Kini, Lukas Enembe menjadi tahanan KPK. Dia di tahan di rumah tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur.

Meski demikian, KPK tidak langsung dijebloskan Lukas ke Bui. KPK memilih membantarkan Lukas di RSPAD dengan alasan kesehatan Lukas.

“Mengenai waktunya, tim dokter yang bisa tentukan namun prinsipnya setelah
seluruhnya selesai kami segera akan lakukan pemeriksaan,” tandas Firli.

(Rangga)

Read Previous

KPK: Bukti Gratifikasi Lukas Enembe Rp 10 M, Jumlahnya Bisa Bertambah

Read Next

Korupsi Lukas Enembe, KPK Blokir rekening Rp 76,2 M dan Sita Aset Mewah Rp 4,5 M