24 May 2024, 02:48

Dirut Cahaya Prima Cemerlang Divonis 16 Bulan Penjara

Palu hakim - ist

Palu hakim – ist

daulat.co – Direktur Utama PT Cahaya Prima Cemerlang (CPC) Freddy Lumban Tobing divonis oleh majelis hakim pengadilan Tipikor Jakarta dengan hukuman 1 tahun dan 4 bulan penjara. Freddy juga divonis dengan hukuman denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Demikian terungkap saat ketua majelis hakim Ni Made Sudani membacakan amar putusan terdakwa Freddy, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (12/12/2019). Selain itu, hakim juga mewajibkan Freddy membayar uang pengganti sejumlah Rp 1,186 miliar.

Majelis hakim menilai Freddy terbukti melakukan korupsi pengadaan “Reagen and Consumable” Penanganan Virus Flu Burung 2007. Putusan itu berdasarkan dakwaan subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Freddy Lumban Tobing terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujar hakim Ni Made Sudani.

Adapun perbuatan Freddy dilakukan bersama-sama dengan Ratna Dewi Umar selaku Direktur Bina Pelayanan Medik Dasar pada Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Siti Fadilah Supari selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia dan Tatat Rahmita Utami selaku Direktur Trading PT Kimia Farma Trading Distribution (KFTD).

Tujuannya agar PT KFTD yang sebelumnya telah sepakat menyerahkan pelaksanaan pekerjaan kepada PT CPC untuk ditetapkan menjadi penyedia barang dan jasa, dengan cara mempengaruhi panitia pengadaan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), spesifikasi teknis barang, daftar barang dan jumlah barang berdasarkan data yang berasal dari PT CPC dengan Spesifikasi yang mengarah pada produk perusahaan tertentu sesuai keinginan PT CPC.

Perbuatan Freddy bersama pelaku lain tersebut pun memperkaya Freddy selaku Direktur Utama PT CPC sejumlah Rp10,861 miliar dan memperkaya korporasi yaitu PT KFTD sejumlah Rp 1,469 miliar yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu sejumlah Rp 12,331 miliar.

Vonis itu sendiri lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Freddy sebelumnya dituntut 2 tahun penjara dan pidana denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Atas putusan itu, JPU KPK menyatakan pikir-pikir selama 7 hari. Sementara Freddy menyatakan menerima vonis tersebut. (Rangga Tranggana)

Read Previous

Tersangka Suap Proyek Meikarta Tuding Penyidik KPK Intervensi Saksi

Read Next

KPK Ancam Jemput Paksa CEO Lippo Grup James Riady