1 December 2021, 10:40

Dirut Bank Panin Beberkan Kaitan Mu’min Ali Gunawan dengan Penyuap Dua Pejabat Pajak

Pengadilan Tipikor Jakarta

Pengadilan Tipikor Jakarta

daulat.co – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami keterkaitan Bos PT. Bank Pan Indonesia (Panin) Mu’min Ali Gunawan dengan Veronika Lindawati, konsultan pajak Bank Panin yang diduga menyuap dua mantan Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdhani.

Hal itu diselisik jaksa saat memeriksa Direktur Utama PT. Bank Panin, Herwidayatmo dalam sidang lanjutan perkara suap pengurusan pajak dengan terdakwa Angin dan Dadan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Dalam dakwaan Angin dan Dadan, Veronika yang kini sudah berstatus tersangka disebut  sebagai orang kepercayaan Mu’min Ali Gunawan. Dalam persidangan sebelumnya, Veronika disebut mengaku kepada tim pemeriksa pajak sebagai utusan Mu’min Ali saat pertemuan di Kantor Ditjen Pajak.

“Setahu saudara Mu’min Ali ini juga ada kaitan atau jabatan dengan ibu Veronika?,” cecar jaksa KPK.

“Setahu saya ibu Veronika Lindawati duduk sebagai komisaris di PT Pan Investment yang pemiliknya memang kalau di urut terakhir adalah pak Mu’min Ali Gunawan,” jawab Herwidayatmo.

Karena sebagai pemegang saham pengendali terakhir, kata Herwidayatmo, jabatan atau posisi Mu’min Ali Gunawan lebih tinggi dari Veronika. “Pak mu’min Ali lebih tinggi lagi karena beliau pemegang saham pengendali terakhir,” ujar Herwidayatmo.

Jaksa lantas menyinggung penujukan Veronika sebagai kuasa pajak Bank Panin. Pasalnya, jaksa curiga penunjukan Veronika sebagai kuasa pajak Bank Panin tanpa sepengetahuan  Herwidayatmo selaku presiden direktur Bank Panin.

“Terkait hal tersebut dalam Pan Indonesia apakah penunjukan kuasa itu di luar direksi diperkenankan?,” tanya jaksa.

“Setahu saya surat kuasa yang formal seperti penunjukan konsultan pajak yang resmi atau penunjukan bankir bank itu harus ditandatangani oleh dua direksi,” jawab Herwidayatmo.

Dalam persidangan, Herwidayatmo mengaku selalu melaporkan pengendalian keuangan kepada Mu’min Ali. Termasuk juga nilai wajib Bank Panin. 

“Setiap pengeluaran ataupun pembelian apakah juga dikendalikan atau dilaporkan ke Pak Mumin Ali?,” tanya Jaksa KPK.

“Ada aturan mekanisme pengeluaran biaya,” jawab Herwidayatmo.

Mendengar pernyataan Herwidayatmo, Jaksa KPK pun mencecar apakah setiap laporan keuangan sampai kepada pemegang saham Bank Panin, Mu’min Ali Gunawan. Hal ini pun diamini oleh Herwidayatmo.

“Itu kan SOP, apakah sampai ke Pak Mumin Ali? Sepengetahuan dia?,” cecar Jaksa.

“Tidak sedetil itu,” tutur Herwidayatmo.

Herwidayatmo juga tak menampik pihak Direksi Bank Panin melaporkan nilai wajib pajak tahun 2016 senilai Rp 926.263.445.392. Herwidayatmo juga tak membantah nilai kewajiban pajak itu dilaporkan ke Mu’min Ali Gunawan sebagai pemegang saham Bank Panin.

“Kemudian kalau pengeluaran pajak bagaimana? Apakah disebutkan nominalnya yang dibayarkan sangat besar bagi Bank Panin? Apa juga dilaporkan ke Mumin Ali?,” tanya Jaksa KPK.

“Tugas kami di Direksi setelah di Direktur Keuangan apakah Direksi kan pasti sampaikan laporan keuangan kita. Iya (dilaporkan ke Mu’min Ali Gunawan) bahwa kita punya kewajiban sekian itu ada penjelasannya,” jawab Herwidayatmo.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Saksi Ungkap Orang Kepercayaan Mu’min Ali Gunawan Diutus Turunkan Pajak Bank Panin

Read Next

Orang Kepercayaan Bos Panin Mu’min Ali Gunawan Akui 3 Kali Temui Pemeriksa Pajak