30 May 2024, 07:44

Dirgahayu 74 TNI, Haedar Nashir Minta TNI Tidak Ditarik Dalam Kepentingan Politik

daulat.co – Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-74 pada hari ini, 5 Oktober 2019, merupakan momentum tepat bagi TNI agar terus berbenah dan meningkatkan
kualitas peran dan kemampuannya dalam menegakkan keamanan dan kedaulatan NKRI.

“Dengan modal reposisi pasca reformasi, TNI tidak dibebani lagi oleh peran politik seperti
di masa lalu, sehingga dapat berkonsentrasi menjalanlan fungsi utamanya dalam menjaga
pertahanan dan keamanan negara,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 5 Oktober 2019.

Modal reposisi pasca reformasi, menurut Haedar juga menjadi poin sekaligus titik tolak bagi TNI untuk menjauhi pengaruh kepentingan-kepentingan politik apapun yang
membuat TNI kehilangan jatidirinya. Ia sekaligus meminta pihak manapun untuk tidak mempengaruhi TNI dengan
kepentingan-kepentingan politik apapun.

“Jika mencintai TNI maka tempatkan pada posisi dan
fungsi utamanya sebagaimana diberikan konstitusi,” jelas Haedar.

Disampaikan, pada HUT TNI ke-74 kali ini dengan segala tantangan dan ancaman dari dalam maupun luar negeri, TNI harus makin tangguh
sehingga menjadi kekuatan strategis nasional dan kebanggaan rakyat Indonesia.

Pemerintah,
partai politik, dan semua komponen bangsa penting mendukung kekuatan kualitas TNI dalam
menjalankan kewajiban dan tugas utamanya yaitu menegakkan kedaulatan Negara serta
mempertahankan keutuhan wilayah negara Republik Indonesia berdasarkan pancasila dan
Undang-Undang Dasar 1945.

TNI juga niscaya melindungi segenap bangsa dan tumpah
darah Indonesia dari segala ancaman atau gangguan yang dapat membahayakan keutuhan dan
kedaulatan bangsa.
Dengan kepepoloran Jenderal Soedirman yang juga kader Muhammadiyah, TNI saat ini harus
tetap memelihara jiwa patriotisme dan nasionalisme “dari rakyat untuk rakyat”.

Lindungi setiap
anak bangsa yang terancam keamanannya di seluruh pelosok tanah air tanpa kecuali, jangan
sampai abai yang membuat rakyat tidak merasa aman dan menjadi korban. Satu nyawa rakyat
Indonesia sama dengan seluruhnya, sehingga semuanya harus dilindungi.

TNI dengan dasar konstitusi dan perundang-undangan yang berlaku dituntut melindungi
suruh tumpah darah dan tanah air Indonesia. Sehingga negeri yang kaya raya ini tidak dikuasai
pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang menyebabkan
Indonesia hilang kedaulatannya.

Padahal NKRI yang berusia 74 tahun dari kemerdekaannya
sungguh susah payah diperjuangkan para mujahid dan pendiri negara hingga Indonesia merdeka
tahun 1945. Ingatlah pengorbanan jiwaraga para pejuang dan pendiri NKRI ratusan dan puluhan
tahun silam untuk dijadikan jiwa perjuangan dan pengabdian seluruh warga TNI saat ini.

“Pengabdian utama TNI dari para prajurit hingga perwira tinggi yang dijiwai iman dan taqwa
yang membentuk moralitas luhur sebagaimana diteladankan Jenderal Soedirman ialah berbakti
sepenuh jiwaraga untuk rakyat dan negeri Indonesia,” pungkas Haedar. (M Nurrohman)

Read Previous

KASN Baru Siap Memperkuat SDM Unggul

Read Next

Menag Sholat Berjamaah di Masjid Roma