23 June 2024, 08:54

Dirgahayu 74 Tahun TNI dan Pentingnya Kekuatan Strategis di Laut, Udara & Darat

daulat.co – Politisi PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) pasca reformasi secara bertahap membangun dirinya menjadi Tentara profesional. Tentara yang profesional juga harus didukung oleh prajurit-prajurit yang mempunyai dan ilmu dan pengetahuan yang luas, disiplin dan terlatih secara reguler.

“Dan yang tidak kalah penting TNI juga harus didukung oleh alutsista yang memadai serta jaminan kesejahteraan prajurit dan keluarganya yang terpenuhi,” kata Andreas dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 5 Oktober 2019.

Menurut anggota DPR RI yang baru saja dilantik itu, dari segi organisasi, mengingat wilayah Indonesia yg adalah kepulauan dan 2/3 nya adalah lautan, dibutuhkan keseimbangan kekuatan strategis. Kekuatan matra laut dan udara mendapat porsi lebih untuk mengamankan keseluruhan wilayah lndonesia.

“Keseimbangan kekuatan pertahanan ketiga matra dalam perencanaan strategis pertahanan negara perlu mendapat perhatian lebih serius,” kata dia.

Andreas yang pada periode sebelumnya duduk di Komisi I DPR RI menyatakan peningkatan baik kuantitas maupun kualitas kekuatan pertahanan laut dan udara perlu mendapat perhatin khusus, tanpa harus mengurangi porsi kekuatan matra darati.

Hal penting lain, bahwa kekuatan 3 matra yaitu darat, laut dan udara sangat tergantung pada kesiapan negara mendukung melalui penyediaan anggaran dalam setiap tahun pengganggaran. Problemnya sampai saat ini ketersediaan anggaran setiap tahun anggaran masih jauh dari kebutuhan minimum kekuatan pertahanan.

Ia mencontohkan dari kurang lebih Kebutuhan Minimum Essentials Force (MEF) untuk 2020 yang kurang lebih Rp 250 triliun, realisasi dalam pagu indikatif APBN 2020 baru mencapai Rp 126,5 triliun. Dengan kata lain baru kurang lebih 50% yang bisa dipenuhi oleh negara.

“Tantangan lain untuk membangun TNI yang kuat adalah dukungan industri pertahanan. Negara sebesar dan seluas Indonesia, alutsistanya tidak boleh tergantung dari luar. Hal yang sampai saat ini masih jauh dari kesiapan,” ucap anggota DPR RI dari Dapil NTT I yang meliputi Flores, Lembata dan Alor-Pantar.

Namun demikan, lanjut Andreas, terlepas dari tantangan-tantangan yang dihadapi, TNI dikenal mempunyai semangat tempur pantang menyerah yang teruji. Jiwa, semangat dan patriotisme prajurit-prajurit TNI merupakan modal utama yang mampu melahirkan effect deterrent.

“Dirgahayu 74 TNI. Tentara profesional, negara kuat,” pungkasnya. (sumitro)

Read Previous

CPNS 2019, BKN: 541 Kementerian, Lembaga dan Daerah Harus Ikut Training & Entry  Formasi

Read Next

KASN Baru Siap Memperkuat SDM Unggul