22 January 2022, 16:12

Dijebloskan ke Bui, Bupati Abdul Gafur: Semoga Masyarakat PPU Tetap Semangat

Bupati Penajam Pasir Utara Abdul Gafur Mas’ud

Bupati Penajam Pasir Utara Abdul Gafur Mas’ud

daulat.co – Mengenakan rompi orange tahanan KPK, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud (AGM) akhirnya digelandang ke rumah tahanan. Gafur yang merupakan kader Partai Demokrat itu akan menempati salah satu sel di Rutan KPK gedung Merah Putih.

Tak banyak kata yang terucap saat Gafur digiring petugas KPK menuju mobil tahanan yang terparkir di palataran gedung lembaga antirasuah. Pun termasuk saat disinggung soal kasus yang menjeratnya sebagai tersangka.

“Semoga masyarakat PPU selalu tetap semangat dan selalu dalam keberkahan Allah,” singkat Gafur sebelum memasuki mobil tahanan, Jumat (14/1/2021) dinihari.

Sama seperti Gafur, Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afidah Balqis (NAB) juga ditahan di Rutan KPK gedung Merah Putih. Namun, Nur Afidah yang digiring bersama Gafur memilih bungkam saat disinggung sejumlah pertanyaan awak media.

“Tersangka AGM ditahan di Rutan KPK gedung Merah Putih, Tersangka NAB ditahan di Rutan gedung Merah Putih,” ucap Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Penajam Paser Utara Edi Hasmoro dan Kepala Bidang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Jusman ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Plt Sekda Penajam Paser Utara Muliadi ditahan di Rutan Polres Jakarta Timur. Sedangkan, pihak swasta Ahmad Zuhdi ditahan di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya Guntur.

“Untuk proses penyidikan, dilakukan upaya paksa penahanan oleh Tim Penyidik bagi para tersangka untuk 20 hari pertama,” ujar Alex, sapaan Alexander Marwata.

Diketahui, KPK telah menetapkan Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan kegiatan pekerjaan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tahun 2021-2022. Selain Abdul Gafur, lembaga antikorupsi juga menetapkan lima orang lainnya sebagai tersangka kasus tersebut.

Kelima tersangka lainnya yakni, pihak swasta Achmad Zuhdi (AZ) alias Yudi; Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara, Mulyadi (MI); Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara, Edi Hasmoro (EH); Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara, Jusman (JM); dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis (NAB).

Abdul Gafur dan kawan-kawan dijerat lantaran diduga menerima suap dari Achmad Zuhdi. Abdul Gafur, Mulyadi, Edi, Jusman, dan Nur selaku pihak yang diduga penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) atau Pasal 12 huruf (b) atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara Achmad Zuhdi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Adapun penetapan tersangka itu hasil gelar perkara dan pemeriksaan intensif pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jakarta dan Kaltim pada Rabu (12/1/2022). Dalam OTT itu, lembaga antikorupsi mengamankan 11 orang dan uang Rp 1 miliar, rekening bank dengan saldo Rp 447 juta, serta sejumlah barang belanjaan.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Ini Petunjuk KPK untuk Dalami Aliran Suap Bupati PPU ke Demokrat

Read Next

Bupati PPU Perintahkan Anak Buah Bawa Uang Suap ke Jakarta, Untuk Apa & Siapa?