22 January 2022, 14:51

Dijadikan Obyek Pencitraan, Penerima Bantuan Kembalikan Pemberian Gubernur Jateng

daulat.co – Unggahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ke Kabupaten Temanggung, Senin 10 Januari 2022 kemarin disinyalir telah membuat penerima bantuan kecewa.

Awalnya, Ganjar Pranowo menyambangi kediaman Fajar Nugroho, di Dusun Mungseng, RT 1/RW 1, Kemantenansari, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Fajar Nugroho, yang juga Wakil Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Temanggung sebagai tuan rumah menyambut baik kunjungan Ganjar yang juga kader PDI dengan penuh keramahan.

Gubernur Jawa Tengah tak hanya mengunjungi gubuk reyot milik Fajar, namun juga sempat memberikan bantuan untuk keluarga Fajar. Selain itu anak-anak Fajar juga mendapat hadiah mainan, ponsel dari Ganjar.

Namun setelah kunjungan itu Fajar Nugroho sangat menyayangkan, karena setelah kegiatan silaturahmi Ganjar mengunggahnya ke kanal YouTube dengan judul Rumah Reyot Kader PDI Perjuangan di Tanah Bengkok. Hal ini membuat bermunculan komentar miring tentang kemiskinan kader partai. 

“Setelah saya melihat komen-komen yang ada di YouTube, kok rasanya seperti mencoreng nama baik partai saya,” ujar Fajar, Selasa (11/1/2022) sore. 

Melihat kondisi tersebut Fajar pun berencana untuk mengembalikan bantuan serta hadiah yang diberikan Gubernur. Menurutnya, ia tak rela kondisi kemiskinan dirinya dan keluarga merendahkan martabat partai. 

“Menyikapi viralnya kedatangan pak Gubernur ke rumah saya beberapa hari lalu, kemudian menjadi viral di media sosial, saya merasa perlu mengembalikan apa yang sudah diberikan pak Gubernur kepada saya,” ucapnya. 

Sebagai kader PDI Perjuangan dirinya tidak rela jika Partainya menjadi korban pencitraan yang diduga dilakukan Ganjar. 

“Saya sebenarnya tidak tahu, kalau seperti kata orang Jawa bilang, ujug-ujug pak Ganjar datang. Padahal tidak ada pemberitahuan kepada DPC, PAC atau struktural partai lainnya,” ungkap Fajar. 

Kepada awak media, Fajar menyatakan, akan segera berkomunikasi dengan Ganjar dan mengembalikan bantuan yang ia dapatkan. Dirinya pun berharap kejadian serupa tak terulang lagi di masa depan. 

“Kami di partai selalu menyelesaikan masalah kemiskinan secara gotong royong dan tak perlu diekspos. Saya merasa tidak enak dengan teman-teman karena seolah-olah mereka tak memperhatikan saya. Padahal, kami senantiasa membantu satu sama lain, dan itu tidak diberitakan kemana-mana,” tegasnya.

(Faqih Noormansyah)

Read Previous

Diduga Karena Korslet Kipas Angin, Rumah Warga Pagergunung Ulujami Terbakar

Read Next

KPK Tangkap Bupati Penajam Paser Utara asal Demokrat di Jakarta