24 February 2024, 13:49

Diduga Terima Suap, Kepala BPJN XII Ditangkap KPK

Gedung KPK

Gedung KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan delapan orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bontang dan Samarinda, Kalimantan Timur serta Jakarta pada Selasa (15/10). Salah satu yang ditangkap adalah Kepala Balai Pelaksanaan Jalan (BPJN) Wilayah XII, Refly Ruddy Tangkere.

Demikian disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa malam. Refli yang dibekuk di Jakarta. Sedangkan, tujuh orang lainnya ditangkap di Kaltim. Mereka dibekuk lantaran diduga terkait praktik suap.

“Telah diamankan sekitar delapan orang di Samarinda, Bontang dan Jakarta. Kepala Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII diamankan di Jakarta, sisanya dari unsur PPK, dan swasta diamankan di Kaltim,” ujar Febri Diansyah.

Disuga suap itu terkait dengan proyek pekerjaan jalan senilai Rp 155 miliar di BPJN Wilayah XII Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

Diduga pemberian suap tidak dilakukan secara konvensional, namun menggunakan modus ATM. Dimana pihak rekanan memberikan ATM pada pejabat di BPJW XII yang sudah diisi sejumlah uang secara periodik oleh pihak swasta.

“Kami menduga pemberian dari pihak rekanan atau swasta terkait dengan paket pekerjaan jalan multiyears senilai Rp 155 milyar pada Balai Pelaksana Jalan Wilayah XII Kaltim dan Kaltara – Kempupera. Total uang yang telah diberikan melalui ATM tersebut sekitar Rp 1,5 miliar,” ungkap Febri.

Tim KPK dalam OTT ini mengamankan barang bukti ATM dan buku tabungan atau rekening bank yang digunakan pihak swasta untuk mentransfer uang. KPK memiliki waktu 1×24 jam setelah OTT untuk menentukan status perkara dan status hukum para pihak yang ditangkap.

“Tujuh orang diperiksa di Polda Kaltim, dan 1 orang di kantor KPK di Jakarta. Pihak yang diamankan di Kaltim akan dibawa besok ke Jakarta melalui penerbangan pagi,” tutur Febri. (Rangga Tranggana)

Read Previous

Kemenag Aceh dan Sumut Gelar Dialog Tokoh Lintas Agama

Read Next

JK: Inovasi Punya Harga Mahal Untuk Kemajuan Bangsa