27 May 2024, 12:43

Diduga Lakukan Kekerasan & Penganiayaan Anak Didik PSHT, Oknum Polisi Berpangkat Iptu Dilaporkan ke Polda Lampung

Mapolda Lampung - ist

Mapolda Lampung – ist

daulat.co – Oknum polisi berpangkat Iptu yang berdinas di Polres Pringsewu dilaporkan ke Polda Lampung atas dugaan melakukan tindak kekerasan dan tindak penganiayaan terhadap anak-anak dibawah umur. Oknum polisi yang dilaporkan itu, sebagaimana keterangan tertulisnya kepada daulat.co, Jumat 26 Maret 2021, berinisial M.

Kuasa hukum korban, Welly Dany Permana SH MH dan Mohamad Samsodin SH, yang juga Biro Hukum Pusat Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polda Lampung, Rabu 24 Maret 2021. Laporan dipertegas dengan diterimanya surat tanda penerimaan laporan, nomor STTLP/B-495/III/2021/LPG/SPKT.

Samsodin mengungkapkan, kronologi dugaan kekerasan dan penganiayaan bermula saat Iptu M pada Sabtu malam, sekira jam 20.00 WIB, mendatangi latihan Pencak Silat PSHT Cabang Pringsewu di Sekretariat Jalan Kartini Komplek Mushola Al-Amanah. Iptu M berteriak-teriak untuk membubarkan latihan PSHT yang sedang berjalan.

Pada pembubaran itu, Iptu M melakukan kekerasan terhadap pelatih dan siswa-siswa yang mayoritas adalah anak-anak dibawah umur dengan menendang, mencekik, memukul, dan melucuti seragam bela diri PSHT. Pelaku juga membawa paksa anak-anak dibawah umur ke Polres Pringsewu dengan ancaman akan dipenjarakan jika tidak menuruti perintahnya.

“Di Polres Pringsewu, Iptu (M) menginterogasi siswa-siswa PSHT yang mayoritas anak-anak dibawah umur mengenai kepengurusan PSHT di Pringsewu dan menyuruh duduk di halaman Polres,” tegasnya.

Atas peristiwa penganiayaan dan pelucutan baju tersebut, korban anak-anak mengalami luka memar, sakit dan trauma. Salah satu orang tua korban kemudian menceritakan peristiwa tersebut kepada Perwakilan Pusat PSHT Provinsi Lampung dan selanjutnya Pengurus Pusat PSHT memberikan Advokasi dan Bantuan Hukum.

Mendapati laporan itu, Welly Dany Permana SH MH dan Mohamad Samsodin SH, Biro Hukum Pusat PSHT langsung bergerak dengan melakukan pendampingan korban melaporkan dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan ke Polda Lampung.

“Saya berharap Polda Lampung menindaklanjuti laporan keluarga korban secara berkeadilan. Siapapun yang salah harus dihukum sesuai aturan yang berlaku, tidak pandang bulu,” tegas Samsodin.

“Ini menyangkut nama baik Kepolisian Negara Republik Indonesia. Saya memohon kepada Bapak Kapolda Lampung, polisi harus tegas dan profesional menindaklanjuti perbuatan yang telah dilakukan oknum kepolisian sendiri,” sambungnya.

Welly Dany Permana SH MH menambahkan, pelaporan terhadap oknum polisi berinisial M dari Polres Pringsewu akan terus dikawal sampai tuntas dan berkeadilan. Pihak kuasa hukum juga menyambut respon cepat Propam Polda Lampung. Sebab dari informasi yang didapatkan, saat ini oknum polisi kabarnya sudah diamankan  Polda Lampung.

Sementara itu, Unit Paminal Bidang Propam Polda Lampung saat dihubungi menyatakan telah menerima laporan dugaan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan Iptu M terhadap anak-anak dibawah umur. Tim juga sudah langsung bergerak ke lapangan guna kepentingan penyelidikan.

“Sudah sudah, sudah terima, kita tangani sesuai prosedur Paminal. Tim sudah bergerak ke lapangan untuk kepentingan bukti,” tegas Ipda Mario, dari Bidang Propam Polda Lampung.

Pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih jauh mengenai proses dilapangan, termasuk progres penanganan. Sebab laporan juga belum lama diterima dan tim masih bekerja dilapangan. Ipda Mario meminta awak media untuk mengkonfirmasi penanganan kepada Bidang Humas Polda Lampung.

“Mohon maaf ya, untuk keterangan lebih lanjutnya bisa dikonfirmasi Bidang Humas,” ucapnya.

Paminal Propam sendiri diketahui mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan dan pemeliharaan disiplin, pengamanan internal, pelayanan  pengaduan masyarakat yang diduga dilakukan oleh anggota Polri dan/atau PNS Polri. Berikut melaksanakan sidang disiplin dan/atau kode etik profesi Polri, serta rehabilitasi personel.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Bidik PT ACK & PT Perishable Logistics Indonesia, KPK Beri Sinyal Jerat Pasal TPPU

Read Next

Bukan BPK, KPK Pakai ‘Jasa’ Ahli ITB Hitung Kerugian Negara QCC di Pelindo II