19 June 2024, 18:51

Diduga Bertemu Pihak Berperkara, Ketua KPK Akui Diperiksa Pengawas Internal

Gedung KPK

Gedung KPK

daulat.co – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengakui pernah diperiksa Pengawasan Internal KPK. Pemeriksaan internal itu disinyalir buntut pertemuan Agus dengan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) beberapa waktu lalu.

Ihwal pemeriksaan internal itu diakui Agus di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Selasa (17/12/2019). Selain Agus, sejumlah saksi juga diperiksa Pengawasan Internal KPK.

“Itu kasusnya sudah lama, dibulan Juli saya diperiksa oleh internal KPK semua saksinya sudah diperiksa. Bagi saya kemudian tidak ada masalah sama sekali,” kata dia.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman sebelumnya mengatakan telah melaporkan dugaan pelanggaran etik Agus Rahardjo ke Direktorat Pengawasan Internal KPK. Agus dilaporkan lantaran diduga bertemu denngan sejumlah pihak yang memiliki hubungan dengan perkara yang sedang ditangani KPK.

“Kami telah mengirimkan surat kepada unsur pimpinan KPK pada 5 Oktober 2017 terkait dugaan pelanggaran etik satu orang pimpinan KPK (Agus Rahardjo) karena diduga melakukan pertemuan secara diam-diam dengan pihak lain yang ada hubungan dengan perkara tindak pidana korupsi yang ditangani KPK,” ucap Boyamin Saiman di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Boyamin mengaku menerima laporan dari pihak tertentu terkait adanya pertemuan yang dihadiri Agus di sebuah rumah di Jalan Raya Bina Marga, Jakarta Timur pada 31 Juli 2018 sekitar pukul 20.00 WIB. Disebutkan, Agus bertemu dengan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bahrullah Akbar dan pimpinan anak perusahaan BUMN.

KPK sendiri sempat menyelidiki dugaan korupsi terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara yang berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). TGB selaku Gubernur NTB bahkan sempat dimintai keterangan oleh tim penyelidik KPK sekitar Mei 2018. Sementara Bahrullah Akbar merupakan saksi kasus suap dana perimbangan keuangan daerah pada RABPN Perubahan 2018. Bahrullah pernah diperiksa tim penyidik KPK pada Agustus 2018.

Kata Boyamin, dalam laporan yang diterima MAKI, disertakan bukti-bukti berupa foto, data mobil yang digunakan dan bukti lainnya. Menurut Boyamin, laporan yang disampaikannya ditindaklanjuti Pengawas Internal KPK dengan menginvestigasi dan mengklarifikasi kepada pihak-pihak terkait termasuk dirinya.

“Saya kemudian menyampaikan hal tersebut termasuk bukti-buktinya ke KPK,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Boyamin, Agus diduga tidak memberitahu kepada pimpinan KPK yang lain terkait rencana pertemuan. Selain itu, Agus juga diduga tidak mengajak saksi dari KPK, baik pimpinan, staf maupun anggota KPK untuk mengikuti pertemuan.

“Terakhir yang menurut saya cukup fatal adalah tidak melaporkan pertemuan kepada pimpinan lain,” ungkap Boyamin.

Boyamin mengaku sekitar dua bulan lalu mendapat informasi dari Pengawas Internal bahwa proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik Agus Rahardjo yang dilaporkannya telah rampung. Hasil pemeriksaan pun telah diserahkan ke pimpinan.

Akan tetapi, sambung Boyamin, dirinya sebagai pihak pelapor hingga saat ini tak mengetahui apa hasil dari pemeriksaan tersebut. “Kami meminta penjelasan hasil pemeriksaan Pengawas Internal KPK atas dugaan pelanggaran etik satu orang pimpinan KPK. Sekaligus mendesak dibentuknya Dewan Etik jika hasil pemeriksaan Pengawas Internal KPK menemukan cukup bukti dugaan pelanggaran etik tersebut,” ujar Boyamin.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Di Donggala Sulteng, Wamenag Resmikan Percontohan Daerah Binaan

Read Next

Jokowi Resmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda