22 January 2022, 16:12

Diduga Ada Penyimpangan, Jalan Desa Baru Dua Bulan Dibangun Sudah Rusak

daulat.co – Baru beberapa bulan proyek pembangunan jalan desa di Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, selesai dikerjakan sudah mengalami kerusakan. Padahal, papan proyek yang menghabiskan dana hingga ratusan juga itu masih terpampang dengan jelas

Dari papan informasi pengerjaan proyek, disebutkan jika proyek pembangunan bernama Kegiatan Rabat Beton berada di Dusun 01, Rukun Warga 02, Desa Mojo. Adapun volume pekerjaan disebutkan panjangnya 260 meter x 2,5 meter x 0,2 meter. Pendapanaan proyek pembangunan jalan itu berasal Dana Desa (DD) Tahun 2021.

Rabat beton secara keseluruhan menghabiskan anggaran sebesar Rp 159.973.300. Namun dari pantauan daulat.co dilokasi pekerjaan, didapati beberapa ruas jalannya sudah mengalami kerusakan.

Kepala Desa Mojo, Risyanto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan warga terkait kerusakan jalan rabat beton yang dibangun pertengahan September 2021 tersebut. Ia menyatakan, kerusakan dikarenakan persoalan teknis serta faktor cuaca. Dan saat ini sudah diatasi dengan melapisi permukaan beton dengan aspal melalui pembiayaan swadaya dari warga.

“Informasi dari pendamping, splitnya katanya yang baru datang tidak dibersihkan dulu. Tapi cuma bagian atasnya saja kalau dilewati ngebul. Kalau aspal pakainya swadaya dari masyarakat, tidak menggunakan dana desa, tidak tahu anggarannya berapa,” ujarnya kemarin ditulis Senin (27/12/2021).

Kades Risyanto tidak menampik jika Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) masih punya hubungan keluarga. Namun ia menegaskan bahwa proyek dikerjakan sesuai dengan aturan yang ada.

Ketua LSM Keong Senyap, Agus Riyanto, menilai kerusakan rabat beton yang baru dikerjakan di Desa Mojo disebabkan mutu yang kurang. Ia juga mengakui telah mendapatkan laporan terkait kerusakan jalan tersebut dari warga Desa Mojo.

“Dalam hal ini seharusnya TPK dan Desa yang bertanggung jawab bukan malah warganya yang swadaya mengeluarkan biaya untuk aspal demi menutupi kesalahan pengerjaan betonnya,” dalam keterangan persnya yang diterima daulat.co. Minggu, 26 Desember 2021.

Menurutnya Agus Riyanto, jika mau dihitung kebutuhan dalam proyek tersebut total 130 m3 dengan anggaran sekitar Rp159 juta seharusnya bisa mendapatkan kualitas yang bagus.

“Maka dari itu kita sebagai lembaga sosial kontrol akan melaporkan dugaan penyimpangan anggaran DD dalam proyek ini. Kita sudah kumpulan bukti dan keterangan serta berkonsultasi dengan biro hukum kami,” demikian Agus Riyanto.

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

Kejari Manado dan Polda Sulut Didesak Buka Blokir Rekening Paulus Iwo

Read Next

KPK Jebloskan Tersangka Pegawai Ditjen Pajak ke Bui