29 May 2024, 12:32

Didampingi Pengacara Welly, Korban Pemerasan Laporkan MI ke Polres Madiun Kota

Polres Madiun

Polres Madiun

daulat.co –  Satreskrim Polres Madiun Kota menangkap MI (24) karena dugana pemerasan sejumlah uang kepada keluarga korban dengan modus akan menyebar foto porno anak perempuannya di media sosial. MI merupakan warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

Dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat 7 Mei 2021, Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP Fatah Meilana mengungkapkan, tersangka MI ditangkap setelah ibu korban melaporkan kasus pemerasan. Kasus bermula saat orang tua korban, yakni WL, sering menerima pesan WhatsApp dari tersangka MI sejak awal Januari 2021.

Dalam pesannya, tersangka memperkenalkan diri sebagai teman anak WL berinisial FD. FD sendiri merupakan warga Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. WL yang jengah dengan MI, sebab sering mengirimkan pesan, kemudian memblokir nomor MI.

Berselang tiga bulan kemudian, lanjut Fatah, tersangka MI mengirimkan foto anak korban tanpa menggunakan pakaian dalam dalam posisi duduk. Seketika itu, korban menanyakan maksud tersangka mengirim foto tidak senonoh anaknya.

“Pelaku langsung membalas meminta uang Rp 3 juta. Bila tidak dituruti, foto tidak senonoh anaknya itu akan disebar di media sosial,” ungkapnya.

Korban yang merasa ketakutan dan malu kalau foto anaknya disebarkan, selanjutnya mentransfer uang sebesar Rp 1,8 juta ke rekening bank yang disebutkan tersangka. Akan tetapi tersangka MI masih mengancam akan menyebar foto anak gadis korban.

Bahkan, tersangka mengajukan syarat tidak akan menyebar foto anak korban bila WL mau diajak berhubungan suami istri di sebuah hotel. Atas ancaman tersebut, suami korban kemudian melaporkan ulah pelaku ke pihak kepolisian.

Suami korban melaporkan pemerasan yang dilakukan MI ke Polres Madiun Kota dengan didampingi kuasa hukumnya, Welly Dany Permana, S.H., M.H.

Satreskrim Madiun Kota, menindaklanjuti laporan korban langsung bergerak. Yakni dengan meminta korban berpura-pura mau diajak kencan dengan tersangka MI di sebuah hotel. Pelaku langsung menuju salah satu hotel di Kota Madiun.

“Begitu pelaku di hotel langsung kami tangkap dan proses hukum,” kata Fatah seraya menambahkan tengah mendalami kemungkinan adanya korban lain yang menjadi sasaran pemerasan tersangka.

Sementara kuasa hukum korban, Welly mengapresiasi kerja cepat pihak kepolisian. “Kami sangat apresiasi dan terima kasih atas kinerja Satreskrim Polres Madiun Kota yang sangat responsif, cepat dan tegas dalam menindak kejahatan,” tegas Welly.

Tersangka sendiri dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (4) UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Tersangka diancam dengan hukuman kurungan maksimal enam tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Dari Dewan Riset Hingga Ristek, Mulyanto Sebut Ada Upaya De-Habibienisasi

Read Next

Masih Ada Acara, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin Tak Penuhi Pemeriksaan KPK