6 March 2021, 23:35

Diabaikan Dirut Jasa Marga, KPK Minta Erick Thohir Turun Tangan

Febri Dianto

daulat.co – Dirut Jasa Marga, Desi Arryani telah beberapa kali mangkir dari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Atas sikap itu, lembaga antikorupsi melayangkan surat kepada Menteri BUMN, Erick Thohir.

“KPK telah mengirimkan surat pada Menteri BUMN tertanggal 12 November 2019 terkait dengan ketidakhadiran saksi DESI ARRYANI yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT. Jasa Marga (Persero) Tbk,” ungkap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (18/11/2019).

KPK dalam surat yang dilayangkan pada Selasa (12/11/2019) lalu, meminta Erick Thohir dan jajarannya mengarahkan agar seluruh pejabat BUMN untuk koperatif terhadap proses hukum yang dilakukan KPK dengan memenuhi panggilan penyidik. Tak terkecuali Desi Arryani.

“Dengan adanya surat tersebut, kami harap Menteri BUMN dan jajaran dapat memberikan arahan agar seluruh pejabat yang diperiksa bersikap koperatif dengan proses hukum dan mendukung upaya pemberantasan korupsi,” ujar Febri.

Diketahui, Desi berulang kali mangkir dari panggilan tim penyidik untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif dalam 14 proyek yang digarap PT Waksita Karya. Desi tak memenuhi panggilan penyidik pada 28 Oktober dengan alasan sedang tugas di Semarang.

Desi sedianya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Keterangan Desi dibutuhkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

Pemeriksaan Desi kembali dijadwalkan ulang pada Senin (11/11/2019) lalu. Namun, saat itu Desi kembali mangkir.

“Sebelumnya, KPK telah memanggil Saksi untuk diperiksa pada 28 Oktober 2019, namun ybs menyampaikan berhalangan hadir karena ada tugas di Semarang. Kemudian, dijadwalkan ulang pada 11 November 2019, namun ybs kembali tidak hadir,” kata Febri.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Erick Thohir, KPK turut melampirkan surat panggilan kepada Desi untuk diperiksa pada Rabu (20/11/2019) dan Kamis (21/11/2019). KPK mengingatkan Desi untuk kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik.

“KPK melampirkan surat panggilan di Surat pada Menteri BUMN tersebut. Selain itu, kami juga telah mengirimkan surat ke alamat saksi secara patut,” ucap Febri.

Diduga pemeriksaan terhadap Desi dilakukan penyidik untuk mendalami sejumlah dokumen penting terkait kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif dalam 14 proyek yang digarap Waskita Karya. Dokumen-dokumen tersebut disita tim penyidik saat menggeledah rumah Desi pada 11 Februari 2019 lalu.

Selain rumah Desi, saat itu tim penyidik juga menggeledah dua rumah yang berada di kawasan Makasar, Jakarta Timur milik pensiunan PNS Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

Adapun Fathor dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar dalam kasus ini diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebar di Sumut, Banten, Jakarta, Jabar, Bali, Kaltim, hingga Papua.

Sebenernya proyek-proyek tersebut telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya. Akan tetapi tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini.

Namun, empat perusahaan tersebut diduga tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak. Anehnya, PT Waskita Karya disinyalir atas subkontrak pekerjaan fiktif ini selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut.

Pasca menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor tersebut menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya itu kepada sejumlah pihak. Pun termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.

Diduga keuangan negara ditaksir kerugian hingga Rp 186 miliar atas tindak pidana ini. Perhitungan itu merupakan jumlah pembayaran dari PT Waskita Karya kepada perusahaan-perusahaan subkontraktor pekerjaan fiktif.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Kemenag-Kemenkes Bahas Persiapan Haji 2020

Read Next

Gojek Dukung Kontingen Merah Putih di SEA Games 2019