23 May 2024, 22:20

Di Persidangan, TSK Suap Bansos Akui Beri 50 Ribu Dollar Kepada Ketua DPC PDIP Kendal

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

Rekonstruksi kasus suap bantuan sosial di Kementerian Sosial

daulat.co – Tersangka dugaan suap Bansos Covid-19, Juliari Peter Batubara mengakui pernah memberikan uang kepada Ketua DPC PDIP Kendal Akhmad Suyuti. Mantan Menteri Sosial (Mensos) itu memberikan uang senilai 50 ribu dollar Singapura kepada Akhmad Suyuti melalui staf pribadinya, Kukuh Ari Wibowo.

“Kurang lebih saya kasih dalam bentuk dolar itu 50 ribu dollar Singapura. Mungkin sekitar Rp 500 juta, begitu,” kata Juliari saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara korupsi Bansos Covid-19 dengan terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, Senin (22/3/2021). Juliari dihadirkan sebagai saksi secara virtual.

Juliari mengklaim uang diberikan itu dikeluarkan dari kocek pribadinya. Menurut Juliari, dirinya memberikan uang untuk membantu operasional DPC PDI Perjuangan Kendal. Juliari juga mengklaim hanya memberikan sejumlah uang di DPC Kendal.

“Uang pribadi,” ujar Juliari.

Dalam perkara ini, Harry Van Sidabukke yang berprofesi sebagai konsultan hukum didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso sebesar Rp 1,28 miliar karena membantu penunjukan PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude (MHS) sebagai penyedia bansos sembako COVID-19 sebanyak 1.519.256 paket.

Sementara Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap Juliari Batubara, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso senilai Rp 1,95 miliar karena menunjuk Ardian melalui PT Tigapilar Agro Utama sebagai penyedia bansos sembako tahap 9, 10, tahap komunitas dan tahap 12 sebanyak 115.000 paket.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Korupsi Fasilitas Kredit BTN, Eks Dirut Maryono Didakwa Rugikan Rp 279 Miliar

Read Next

Terungkap di Persidangan, Politikus PDIP Ihsan Yunus Kerap ke Ruangan Juliari