20 May 2024, 23:28

Dengar Aspirasi Masyarakat, Ketua DPR Minta Aturan Larangan Mudik Diperjelas

Ketua DPR RI Puan Maharani

Ketua DPR RI Puan Maharani

daulat.co – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperjelas peraturan larangan mudik dan konsisten dalam pelaksanaannya. Pasalnya larangan mudik bagi masyarakat sempat berubah. Seperti munculnya larangan mudik lokal secara mendadak di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek, Soloraya dan kota lainnya.

“Kami di DPR RI mendengar suara masyarakat yang meminta agar peraturan-peraturan terkait larangan mudik diperjelas dan konsisten pelaksanaannya di lapangan,” kata dja di Tol Pejagan, Jateng, usai meninjau pelaksanaan larangan mudik di tiga provinsi sebagaimana dalam keterangan tertulisnya yang diterima Senin 10 Mei 2021.

Politisi PDI-Perjuangan itu menuturkan, pada hari ini dia sudah meninjau kesiapan petugas di lapangan terkait pelarangan mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung; Pelabuhan Merak, Banten; dan tol Pejagan, Jawa Tengah. 

Mengenai penyekatan kendaraan pemudik di Tol Pejagan, Puan berpesan agar petugas tidak terlena dengan laporan penurunan volume kendaraan. Pasalnya, sebelum pelarangan mudik berlaku 6 Mei 2021, sudah banyak masyarakat yang mudik ke kampung halaman.

Ketua DPR juga menerima laporan di beberapa titik pemeriksaan terjadi penumpukan yang juga ikut menghambat kegiatan lain selain mudik. Namun, perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI itu percaya Polri dapat memetakan sumber masalah dan menentukan solusinya.

“Jangan sampai kegiatan lain yang non-mudik terhambat karena aturan larangan mudik,” ujar Puan.

Kunjungan Ketua DPR didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menhub Budi Karya Sumadi, Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

“Kita semua harus bersabar, mudik tahun ini cukup dilakukan secara digital, silaturahmi secara online. Tahun ini kita tunda mudik untuk menjaga diri sendiri, keluarga dan kampung halaman kita,” demikian Puan.

(Sumitro)

Read Previous

Muhaimin Iskandar Kritisi WNA Masuk Indonesia, Tapi Mudik Dilarang

Read Next

Pejabat Kemensos Ungkap Perintah Juliari Potong Rp 10 Ribu Per Paket Bansos