23 May 2024, 23:44

Demo Tolak RUU Ciptaker Ricuh, Massa Berlarian Ambil Jaket Hingga Helm Wartawan

daulat.co – Ada-ada saja ulah pencuri.  Di tengah-tengah demo pun nekat beraksi mengambil kesempatan dalam kesempitan. Hal itu seperti dialami salah satu awak media, Muhtarom, yang tengah meliput Demonstrasi Mahasiswa dan Buruh Menolak Disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja, Kamis 8 Oktober 2020.

Muhtarom, jurnalis TVRI Pekalongan, harus rela helm miliknya dicuri saat sedang meliput aksi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Pekalongan.

“Demo dibubarkan polisi, massa lari sambal ngambil helm dan jaket orang. Mau maling apa mau aksi? Terus aku enggak helman,” kesal Muhtarom.

Muhtarom memarkirkan kendaraan roda dua miliknya di perempatan Jl Mataram, Kota Pekalongan. Sekira pukul 14.00 WIB, karena demonstrasi berujung ricuh, pendemo berlarian tunggang-langgang menghindari kejaran aparat kepolisian. Dirinya pun kembali ke parkiran, namun helm miliknya raib.

“Kalau saya kehilangan helm saja, temen saya dari Kompas TV kehilangan jaket dan helm,” kata Muhtarom.

Sekedar diketahui, demonstrasi menolak disahkannya Omnibus Law RUU Cipta Kerja diikuti mahasiswa dan pelajar. Awalnya, aksi berlangsung damai. Dimana pendemo meneriakkan orasi penolakan RUU Cipta Kerja. Aksi teatrikal juga mewarnai aksi.

“DPR Goblok, DPR Goblok, DPR Goblok,” teriak para pendemo.

Sayangnya, di tengah aksi demo tersebut, salah satu peserta mulai melempar botol air minum ke petugas sehingga situasinya mulai memanas. Demonstran melakukan demikian karena permintaannya membuka gerbang Gedung DPRD tidak kunjung diberikan.

Aksi dorong-mendorong antara pendemo dengan aparat pun berlangsung beberapa kali. Tidak hanya itu, aksi berlanjut dengan bakar-bakaran di depan Kantor Kompleks Wali Kota Pekalongan.

(Faqih Noormansyah)

Read Previous

Menpora Ajak Pemuda Semangat Berolahraga “Senam Sundul Langit “

Read Next

Kemenag Gelar Penyuluh Agama Khonghucu Teladan 2020