23 May 2024, 16:15

Deklarasi Bakal Calon Langgar Prokes Covid-19, Mendagri Tegur Keras 50 Kepala Daerah

daulat.co – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian telah menegur 50 pimpinan daerah baik itu bupati, walikota, wakil bupati atau pun wakil walikota. Bahkan, ada satu gubernur yang juga ditegur keras Mendagri.

Semuanya ditegur karena melanggar protokol kesehatan. Rata-rata, pelanggaran terjadi saat deklarasi sebagai bakal calon kepala daerah maupun ketika mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

“Sudah 50 bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota dan satu  gubernur yang ditegur keras Mendagri. Teguran terkait kepala daerah dan wakil kepala daerah yang  tidak patuh protokol kesehatan,” kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda Kemendagri) Akmal Malik, di Jakarta, Senin (7/9).

Menurut Akmal, pihaknya sedang mengkaji opsi sanksi lain selain sanksi teguran tertulis, jika kepala daerah atau wakil kepala daerah yang melanggar, misalnya menang dalam pemilihan kepala daerah nanti. Ia sangat menyayangkan, banyak kepala daerah dan wakil kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan.

Padahal, di masa pandemi ini, mereka yang jadi pimpinan daerah mestinya jadi contoh bagaimana menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin. Bukan justru menjadi contoh yang buruk.

“Sedang dikaji opsi sanksi lain, misal diangkat penjabat sementara yang kita tunjuk dari pusat, bila para pelanggar menang, diusulkan untuk ditunda pelantikan 3-6 bulan, disekolahkan dulu biar taat aturan,” katanya.

Akmal kemudian merinci 50 kepala daerah atau wakil kepala daerah yang telah ditegur keras Mendagri karena melanggar protokol kesehatan. Pertama, Bupati Klaten. Berdasarkan, hasil pemeriksaan oleh Bawaslu Kabupaten Klaten, Bupati Klaten terbukti telah melanggar kode etik. Kedua, Bupati Muna Barat.

Mendagri telah memerintahkan kepada Gubernur Sultra untuk memberikan teguran tertulis kepada Laode Muhammad Rajiun, Bupati Muna Barat  karena telah menimbulkan kerumunan massa yang tidak memperhatikan protokol kesehatan.

Ketiga, Bupati Muna. Untuk kasus Bupati Muna, Rusman Emba, Mendagri juga telah memerintahkan kepada Gubernur Sultra untuk memberikan teguran tertulis, karena telah menimbulkan kerumunan massa yang tidak memperhatikan protokol kesehatan.

“Keempat, Bupati Wakatobi, Arhawi. Juga telah diperintahkan agar Gubernur Sultra memberikan teguran tertulis. Pelanggaran sama dengan Bupati Muna dan Bupati Mun Barat,” kata Akmal.

Kelima Wakil Bupati Luwu Utara, Thahar Rum. Kata Akmal, Mendagri juga telah memerintahkan kepada Gubernur Sulsel untuk memberikan teguran tertulis. Pelanggaran yang dilakukan Wakil Bupati Luwu Utara juga sama, telah menimbulkan kerumunan massa yang tidak memperhatikan protokol kesehatan saat melakukan deklarasi calon kepala daerah.

“Keenam, Plt. Bupati Cianjur. Mendagri minta Gubernur Jabar melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Laporan dugaan pelanggaran Plt. Bupati Cianjur dalam pembagian bansos,” katanya.

Ketujuh, Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga. Menurut Akmal, deklarasi Bupati Konawe Selatan tidak mengindahkan protokol kesehatan. Karenanya Mendagri minta Gubernur Sultra menegurnya. Kedelapan, Bupati Karawang.

“Saudari Cellica Nurrachadiana Bupati Karawang karena telah menimbulkan arak-arakan massa pada saat dalam kegiatan pendaftaran Pilkada,” ujarnya.

Kesembilan, Bupati Halmahera Utara Frans Manery. Kesepuluh, Wabup Halmahera Utara Muhlis. Kesebelas, Bupati Halmahera Barat, Danny Missy. Kedua belas, Wabup Halmahera Barat Ahmad Zakir Mando. Ketiga belas, Walikota Tidore Kepulauan, Capt. H. Ali Ibrahim. Kepada para kepala daerah dan wakil kepala daerah ini, Mendagri memerintahkan Gubernur Malut untuk menegurnya.

“Kemudian, Bupati Belu, Willybrodus Lay juga ditegur keras karena telah menimbulkan kerumunan massa pada saat konvoi mengililingi Kota Atambua. Berikutnya yang ditegur keras adalah Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan juga melakukan pelanggaran yang sama,” kata Akmal.

Kepala daerah lainnya yang ditegur keras karena melanggar protokol kesehatan adalah, Bupati Luwu Timur H. Muhammad Thorig Husler, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Maros H Andi Harmil Mattotorang, Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto, Bupati Majene, Fahmi Massiara, Wakil Bupati Majene Lukman,

Bupati Mamuju, Habsi Wahid, Wakil Bupati Mamuju, Irwan Satya Putra Pababari,
Wakil Walikota Bitung, Maurits Matiri, Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah, Bupati Buton Utara, Abu Hasan dan Bupati Konawe Utara, Ruksamin. Kemudian, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Wakil Bupati Blora,

Kemudian Wakil Bupati Demak Joko Sutanto, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, Bupati Jember, Faida, Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauziz Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, Walikota Tanjung Balai, Syahrial, Bupati Labuhan Batu, Andi Suhaimi Dalimunthe dan Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal .

“Kepada para gubernur di provinsi yang menaungi wilayah para pelanggar ini, Mendagri memerintahkan untuk menegur keras mereka secara tertulis,” ujar Akmal.

Kepala daerah lainnya yang juga ditegur keras karena melanggar protokol kesehatan, kata Akmal, antara lain, Wakil Bupati Rokan Hilir Jamiludin, Bupati Rokan Hulu Letkol (Purn) H Sukiman, Wakil Bupati Kuantan Sengingi H Halim, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Wabup Musi Rawas, Suwarti, dan Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam.

Bupati Ogan Komering Ulu Selatan, Popo Ali Martopo, Wabup Ogan Komering Ulu Selatan, Sholehien Abuasir, Bupati Musi Rawas Utara, M. Syarif Hidayat, Wabup Musi Rawas Utara,  Devi Suhartoni dan Bupati Karimun Aunur Rofiq. Kepada mereka, Mendagri telah memerintahkan Gubernur masing-masing untuk menjatuhkan sanksi berupa teguran keras.

“Wakil Bupati Karimun Anwar  Hasyim  Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid dan Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi. Mendagri telah  Gubernur Bengkulu untuk memberikan teguran tertulis. Mendagri juga menegur Gubernur Bengkulu, karena menyebabkan kerumunan massa pada saat pendaftaran bakal calon Gubernur Bengkulu,” katanya.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Jelang Pilkada, Jokowi Kembali Ingatkan Ancaman Covid-19 Pada Menterinya

Read Next

Besok, Agus – Eko Jalani Pemeriksaan Kesehatan Calon di RSUP Kariadi Disusul Iskandar – Awe