20 May 2024, 23:06

Dedi Mulyadi Akui Pemeriksaannya di KPK Terkait ABS dan Siti Aisyah

daulat.co – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran dana suap pengurusan dana bantuan provinsi (banprov) kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019 ke sejumlah pihak. Salah satu upaya dilakukan saat memeriksa Anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar Dedi Mulyadi pada hari ini, Rabu (4/8/2021).

Bekas Bupati Purwakarta itu diketahui diperiksa sebagai saksi sekaligus untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka eks Wakil Ketua DPRD Jawa Barat yang juga mantan Ketua DPD Golkar Jabar Ade Barkah Surahman (ABS) dan kawan-kawan. Dedi Mulyadi diketahui pernah menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat sebelum digantikan Ade Barkah Surahman.

“Tim Penyidik mendalami pengetahuan saksi antara lain mengenai dugaan adanya aliran sejumlah dana yang salah satunya bersumber dari Banprov untuk Kabupaten Indramayu yang kemudian digunakan untuk kepentingan pihak-pihak tertentu yang terkait dengan perkara ini,” ucap Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Namun, Ali enggan membeberkan lebih lanjut terkait hal tersebut. Yang jelas, kata Ali, keterangan lengkap Dedi telah termuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang tidak bisa disampaikan seutuhnya.

“Pada saat persidangan nanti seluruh fakta hasil penyidikan kami akan konfirmasi kembali kepada para saksi,” ujar Ali.

Usai diperiksa, Dedi mengaku ditanya tim penyidik KPK soal perbuatan suap yang dilakukan Ade Barkah Surahman dan eks Anggota DPRD Jawa Barat Siti Aisyah Tuti Handayani. Dedi mengaku dirinya hanya diberi tiga pertanyaan oleh tim penyidik KPK.

“Ditanya masalah Pak ABS [Ade Barkah Surahman] dan Bu Siti Aisyah, karena kebetulan saya Ketua DPD-nya dulu. Ada lah tiga [pertanyaan] kayaknya, cuma sebentar cuma berapa menit, enggak ada apa-apa ini,” ucap Dedi sebelum meninggalkan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Ade Barkah Surahman bersama Siti Aisyah Tuti Handayani sebagai tersangka kasus ini. Siti Aisyah diduga menerima Rp 1,050 miliar, sementara Ade Barkah diduga menerima suap Rp 750 juta.

Penetapan tersangaka itu merupakan pengembangan atas kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Indramayu pada 15 Oktober 2019. Dari oprasi tangkap tangan itu, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu Bupati Indramayu 2014-2019 Supendi, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Omarsyah, Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono, dan Carsa ES dari pihak swasta.

Empat orang tersebut telah divonis bersalah majelis hakim tipikor dan telah berkekuatan hukum tetap. Dari OTT itu, KPK kemudian mengembangkannya dan menetapkan Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim sebagai tersangka. Rozaq pun telah dinyatakan bersalah dan diganjar hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dalam konstruksi perkara KPK, Carsa diduga menyerahkan uang kepada Ade Barkah secara langsung dengan total sebesar Rp 750 juta. Carsa juga diduga memberikan uang secara tunai langsung kepada Abdul Rozaq maupun melalui perantara dengan total sekitar Rp 9,2 miliar. Dari uang yang diterima Abdul Rozaq, diduga diberikan kepada Anggota DPRD Jabar lain di antaranya Siti Aisyah dengan total sebesar Rp 1,050 miliar.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Bamsoet Apresiasi Pengusaha Muda Dalam Percepatan Vaksinasi Covid-19

Read Next

Kemenag: Program Akademi Madrasah Digital 2021 Dibuka Secara Gratis