24 June 2024, 05:01

Dari Mana Masinton Dapat Sprinlidik?

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertanyakan asal usul surat perintah penyelidikan (sprinlidik) yang ditunjukkan oleh anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (14/1/2020) malam.

Lembaga antikorupsi menyatakan tidak pernah memberikan surat perintah kepada pihak yang tidak berkepentigan dengan suatu perkara.

“Kami tidak pernah mengedarkan, kami tidak pernah memberikan surat penyelidikan surat tugas selain kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan langsung terkait penyelidikan tersebut,” ungkap Plt Jubir KPK, Ali Fikri, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1/2020) malam.

Adapun sprinlidik yang ditunjukkan Masinton itu terkait kasus dugaan suap proses Pergantian Antarwaktu (PAW) caleg PDIP yang menjerat Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Dalam surat Sprinlidik yang ditunjukkan Masinton tertera tanggal 20 Desember 2019 dan ditandatangani oleh Ketua KPK saat itu Agus Rahardjo.

Sprilindik itu dikeluarkan untuk melaksanakan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara di KPU terkait dengan penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024.

Ali mengklaim tak tahu-menahu mengenai asal usul sprinlidik yang ditunjukkan oleh Masinton. Ali juga mempertanyakan keaslian dari surat yang ditunjukkan Masinton.

“Apakah itu asli atau tidak yang ditunjukan oleh Pak Masinton tersebut,” ujar dia.

Dipastikan Ali, tim yang diterjunkan KPK ke lapangan mengantongi surat perintah. Surat perintah tersebut, sambung Ali, hanya ditunjukkan kepada pihak terkait.

“Kami tegaskan ketika KPK menjalankan tugas dibekali dengan surat tugas surat penyelidikan. Namun, tidak pernah diberikan kepada pihak manapun yang tidak berkepentingan langsung dalam proses-proses penyelidikan tersebut,” tutur Ali.

Ali membantah adanya pihak di internal KPK yang membocorkan Sprinlidik tersebut hingga sampai ke tangan Masinton. Yang jelas, kata Ali, perlu dipastikan terlebih dahulu mengenai keaslian surat yang ditunjukkan Masinton.

“Jadi, ini bukan mengenai apa bocor atau tidak bocor karena kami sendiri mempertanyakan apakah itu asli atau tidak secara substansinya. Apakah itu benar yang dipegang Pak Masinton adalah produk dari KPK, kami tidak tahu sehingga kami tidak akan arah ke sana karena kami meyakini tidak pernah memberikan surat penyelidikan kepada siapapun selain yang berkepentingan langsung,” ujar dia.

Menurut Ali, isu kebocoran Sprinlidik tidak mengganggu kinerja KPK. Kata Ali, pihaknya akan terus bekerja menangani perkara korupsi, termasuk kasus dugaan suap proses PAW caleg PDIP.

“Ini bukan dalam konteks mengganggu tidak mengganggu karena ini proses penyelidikan pun sudah selesai. Kami kan sekarang fokus pada penyidikan yang sudah menetapkan empat orang tersangka. Teman-teman penyidik sedang bekerja. Kami yakini teman-teman penyidik bekerja sesuai aturan hukum, undang-undang. Kami jalankan sesuai mekanisme yang ada,” tandas Ali.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Patroli di Perairan Natuna akan Ditingkatkan

Read Next

Target Omnibus Law Selesai Sebelum 100 Hari Kerja