21 May 2024, 23:36

Dana Bansos Covid-19 Diduga Disunat, Kades Gongseng Pemalang Dipolisikan Warga

uang – ist

daulat.co – Puluhan warga Desa Gongseng, Kecamatan Randudongkal, didampingi salah satu LSM melaporkan Kepala Desa Saryadi dan Pemdes Gongseng ke Unit ll Pidsus/Tipikor Polres Pemalang, Senin 19 Oktober 2020. Warga melaporkan dugaan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang disunat oleh Kades Saryadi.

Selain ke Polres Pemalang, warga  Gongseng sebelumnya juga melaporkan kasus tersebut ke Inspektorat. Dimana dalam laporannya disebutkan jika Pemdes Gongseng diduga memotong bantuan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp 100 ribu hingga Rp 125 ribu.

Adapun jumlah warga yang disunat sebanyak 283 KPM dengan kisaran total mencapai Rp 28,3 juta. Kata pihak Pemdes, pemotongan dana bantuan tersebut diperuntukkan bagi pembangunan Pagar Makam Desa Gongseng.

Salah satu warga yang turut melaporkan Pemdes, Revan, saat dihubungi daulat.co, Selasa 20 Oktober 2020 mengungkapkan, pungutan dana dilakukan Pemdes Gongseng sejak penyaluran bantuan pada September lalu.

Revan dan istrinya, mewakili neneknya yang mendapatkan bantuan (KPM) ke balai desa. Setelah menerima, istrinya mewakili neneknya yang renta, kemudian diambil gambar oleh petugas sambil menunjukkan uang sebesar Rp 500 ribu. Tetapi, selepas diambil gambarnya memegang bantuan, uangnya disunat sebesar Rp 125 ribu.

“Sehabis difoto sambil memegang uang 500rb? Tiba-tiba dipotong 125 ribu, 100 ribu untuk pembangunan Pagar Makam, 15 ribu untuk beaya administrasi dan 10 ribu untuk Mbah Riwen (warga yang membutuhkan),” jelas dia.

Pemotongan bantuan itu ternyata berlaku untuk semua KPM. Hal itu didapati setelah antar warga penerima bantuan saling berbisik, namun tidak berani mengambil langkah lebih lanjut.

Beberapa pemuda desa setempat kemudian membicarakan soal pemotongan dana bantuan tersebut dan tergerak melaporkan dugaan pemotongan bantuan ke aplikasi Jaga  Bansos Covid-19. Tidak lama berselang, Tim Inspektorat langsung turun melakukan pengecekan dan mendapati kebenaran dugaan pemotongan bantuan.

“Kami, warga sudah melaporkan ke aplikasi Jaga dan tim (Inspektorat) sudah datang kesini mengecek langsung,” beber pria bernama lengkap Revan Seviga Rusadi itu.

Warga RT 08 RW 02 itu menambahkan, setelah ramai soal dugaan pungutan tersebut dan Tim Inspektorat datang, pihak Pemdes Gongseng menindaklanjutinya dengan berencana mengembalikan dana yang sebelumnya dipotong oleh Pemdes.

Namun demikian, warga khususnya Pemuda, yang sudah kadung tidak percaya dengan Pemerintahan Desa tetap akan memproses kasus tersebut ke aparat penegak hukum. Pada Senin 19 Oktober 2020 kemarin, puluhan warga akhirnya benar-benar melaporkan kasus tersebut ke Polres Pemalang.

(Sumitro)

Read Previous

Wapres Luncurkan Pelatihan Pemasaran Produk Halal Bagi UMKM

Read Next

Kemenag Dukung UMKM Sediakan Produk Halal