23 May 2024, 16:05

Cerita Dirjen Dukcapil Sampai Harus Turun Langsung Layani Pengaduan Admindik

daulat.co – Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh berpesan agar segenap aparatur Dukcapil bahkan hingga lingkup UPTD kecamatan agar mempedomani Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 19 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Layanan Adminduk.

“Dalam Permendagri tersebut minimal ada 6 dokumen yang harus diutamakan dan ditingkatkan kualitasnya yaitu KK, KTP-el, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, dan surat keterangan pindah. Kalau mau menambah dengan kartu identitas anak (KIA), itu bagus,” kata dia, Kamis 22 Oktober 2020.

Disampaikan, upaya peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, salah satunya harus mengedepankan kecepatan pelayanan. Untuk pelayanan di Dinas Dukcapil misalnya, sepatutnya memberikan pelayanan satu jam selesai.

“Dinas Dukcapil itu targetnya satu jam harus selesai. Untuk level kecamatan boleh sedikit lebih panjang dari itu. Di daerah lain dikenal dengan istilah “Semedi” atau Sehari Mesti Jadi,” ucap Zudan.

Dirjen Dukcapil juga mengingatkan pentingnya pengumuman waktu penyelesaian dokumen kependudukan yang diminta masyarakat. Pada poin ini, kreativitas kepala dinas dan camat di berbagai daerah sangat menentukan proses pelayanannya.

Di sisi lain, Permendagri 19 juga mengatur bahwa setiap Dinas Dukcapil harus punya Call Center atau nomor pengaduan. Untuk pelayanan pengaduan ini, Zudan mengaku pernah selama setahun menangani sendiri Call Center pada 2015-2016.

“Saya pakai nomor hape sendiri. Dirjen Dukcapil melayani pengaduan masyarakat sendiri sampai jam 2 malam. Saya jawab sendiri sambil saya mempelajari masalah-masalah riel dari masyarakat. Tiap hari ratusan WA dan SMS yang masuk,” tuturnya.

Karena turun langsung itu pula, Dirjen menyatakan paham betul bagaimana masalah-masalah dalam lingkup Dukcapil. Termasuk bagaimana dirinya harus membeli lagi handphone untuk pelayanan pengaduan dimaksud.

“Kami membuat standar jawaban. Empat HP pun tidak cukup sehingga dibentuklah Call Center Dukcapil melalui hotline 1500537, WhatsApp dengan nomor 08118005373, SMS di 08118005371, atau email [email protected],” papar Zudan.

Ia merasa bersyukur, pelayanan pengaduan masyarakat secara online sekarang sudah lebih lengkap. Bisa melalui sambungan telepon, WhatsApp, SMS, Email, Facebook dan aplikasi sosial media lainnya. Secara keseluruhan, Call Centre Dukcapil 1500537 saat ini sudah dilayani 26 petugas.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Kunker ke Sultra, Jokowi Akan Resmikan Jembatan Teluk Kendari

Read Next

Hari Santri, Menag: Santri Ikut Adil Berjuang Mengusir Penjajah