28 October 2020, 13:28

Cegah Transaksi Mencurigakan, Penyelenggara Pilkada 2020 Harus Bekerjasama Dengan KPK dan PPATK

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron (dok KPK)

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi berharap pemerintah bisa menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 dengan penyelenggaraan yang sehat, menjauhkan politik uang dan mencegah penularan Covid-19ovid-19.

“Pilkada ini pembersihan korupsi secara struktural,” tegas Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron baru-baru ini.

Disampaikan, proses pilkada yang benar akan membuat separuh kegiatan dan perjuangan KPK dalam memberantas korupsi selesai. Sebab dalam proses ini mendorong terpilihnya orang yang berintegritas sebagai kepala daerah.

KPK telah menyampaikan empat poin rekomendasi kepada pemerintah berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada. Pertama upaya dalam pencegahan korupsi dan kecurangan, kedua menjaga netralitas birokrasi dan mengawasi fungsi pelayanan publik.

Ketiga menjaga kesehatan masyarakat dalam penyelenggaraan Pilkada dan yang keempat berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa penunjang pilkada yang bebas dari praktik korupsi.

Terkait upaya dalam pencegahan korupsi dan kecurangan dalam Pilkada, Ghufron menuturkan KPU dan Bawaslu harus melakukan kerjasama dengan PPATK dan KPK dalam upaya mengawasi transaksi keuangan yang mencurigakan dimasa Pilkada.

“Faktanya dalam kajian KPK sebelumnya menemukan 82% Pilkada didanai oleh sponsor, maka kita harus mencermati aliran dana dari sponsor tersebut,” jelas Gufron.

Penyelenggaran pilkada diharapkan bisa membuat peta risiko praktik korupsi atau penyimpangan dalam penyelenggaraan pilkada berbasis karakteristik wilayah. Salah satunya pengawasan atas perilaku koruptif terutama dalam penyalahgunaan anggaran dan distribusi bantuan sosial oleh Pemda.

KPK sendiri sebagaimana dikatakan Gufron menemukan petahana yang memberikan bansos ke masyarakat dan digunakan untuk kampanye terselubung.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Desak Bupati Pecat Muntoha, PPP Pemalang Sebut Kader Membelot Sebagai Kelompok Munafik

Read Next

Budhi Rahardjo Sebut Deklarasi Kader & Simpatisan PPP Dukung Agus – Eko Sebagai Entertainmen Pelakor