21 May 2024, 23:55

Catat! Nih Harapan Kades Untuk Calon Bupati Pemalang

daulat.co – Esensi dari demokrasi adalah kecenderungan dalam pelibatan dan keberpihakan pada mayoritas masyarakat. Dalam hal ini masyarakat dari golongan menengah ke bawah. Ia hadir membawa gairah sekaligus kegembiraan untuk semata kesejahteraan yang diharapkan mayoritas masyarakat.

Jika ditarik lebih spesifik, yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), demokrasi tidak bisa hanya diletakkan sebatas pada tingkat partisipasi masyarakat dalam memilih pemimpin.

Gairah masyarakat dalam menyambut hajat besar lima tahunan itu sendiri juga bagian yang tidak terpisahkan. Kemudian bagaimana pejabat terpilih nantinya menjalankan kekuasaan yang mensejahterakan masyarakat.

“Greget dan animo masyarakat dalam menyambut pemilihan kepala daerah itu juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dari demokrasi,” terang Kepala Desa Bojongnangka, Wahmu, dalam perbincangan santai dengan daulat.co dan Puskapik.com, Selasa 14 Juli 2020.

“Jika masyarakat menyambutnya dengan minim, tidak antusias, itu juga jadi pertanyaan. Apakah karena jenuh atau bahkan antipati, atau karena rendahnya pengetahuan masyarakat (SDM),” sambungnya.

Di sisi lain, menurutnya, calon pemimpin Pemalang ke depan, siapapun itu, merupakan putra-putra terbaik daerah. Mereka tidak mungkin orang sembarangan, tidak sekedar mempunyai uang atau kekayaan, melainkan orang yang sudah teruji kepemimpinannya.

“Harapan kami, saya, selaku Kepala Desa Bojongnangka, Bupati dan Wakil Bupati Pemalang terpilih ke depan, mengerti dan memahami benar kondisi dan keinginan masyarakat Pemalang,” kata Wahmu.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) menekankan soal aspirasi masyarakat. Dari kebutuhan akan infrastruktur dasar masyarakat, ekonomi dan ketahanan pangan, pendidikan, sosial, budaya hingga keagamaan. Sampai pada titik inilah perlu dan pentingnya mendengarkan aspirasi Kades atau Lurah.

“Apa yang menjadi diinginkan masyarakat itu langsung atau tidak langsung bisa melalui Pemerintahan Desa, melalui Kades atau Lurah. Karena apa? Karena semua program di pedesaan juga masuk dalam program Pemerintahan Desa,” jelas Wahmu.

Konsep pembangunan yang menjadi visi – misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang, lanjutnya, dilakukan dengan melaksanakan program kerja yang saat ini sudah berjalan dengan baik sambil melakukan terobosan lain untuk percepatan pembangunan berkelanjutan di Pemalang.

“Calon bupati harus punya konsep, menjadikan Pemalang lebih baik. Sekarang sudah baik, ke depan harus lebih baik lagi. Ada terobosan-terobosan sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat dan dilaksanakan secara terukur,” kata dia.

“Kami (juga) berharap, Bupati Pemalang terpilih nantinya jangan asal-asalan membangun Pemalang ke depan. Libatkan semua pihak, bersama membangun Pemalang menjadi lebih baik lagi,” demikian Kades Wahmu.

(Sumitro)

Read Previous

Tafsir Tekankan Pentingnya Sinergisitas PWM dan Kanwil Kemenag Jateng

Read Next

Program Ketahanan Pangan, Agus Sukoco Bertekad Hidupkan Kembali Food Estate