23 June 2024, 17:08

Cari Buron Caleg PDIP Harun Masiku, KPK Harap Partisipasi Masyarakat

Gedung KPK

Gedung KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim terus memburu Harun Masiku, caleg PDIP yang menjadi buronan atas kasus dugaan suap proses PAW anggota DPR. Dalam perburuan itu, KPK meminta dan berharap partisipasi masyarakat untuk mengonfirmasikan jika mengetahui keberadaan Harun yang keberadaannya masih menjadi misteri hingga saat ini.

“Tentu peran serta masyarakat yang mengetahui keberadaan yang bersangkutan diharapkan dapat pula menginfokan kepada KPK maupun Polri,” ucap Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (28/1/2020).

Dalam upaya memburu Harun, KPK dibantu aparat kepolisian menyisir sejumlah daerah. Namun, Ali enggan membeberkan daerah-daerah yang disambangi KPK dan kepolisian dalam memburu Harun.

“Kami sedang upaya terus menerus
ke daerah-daerah,” ujar Ali.

Kendati telah menyambangi sejumlah lokasi, KPK dan Kepolisian hingga saat ini belum juga menemukan Harun. “Kami di berbagai tempat dan wilayah berdasarkan informasi masyarakat, tapi hasilnya sampai hari ini belum ada hasil yang bisa disampaikan,” imbuh Ali.

Disisi lain, KPK menegaskan tidak menyembunyikan Harun Masiku. KPK menyebut tidak mungkin menyembunyikan seorang buronan perkara korupsi.

“Jadi jelas ya KPK tdak mungkin dan tidak akan menyembunyikan tersangka yang menjadi buron kami,” tegas Ali.

Dikatakan Ali, KPK berkepentingan untuk menangkap Harun karena menyangkut penuntasan kasus suap PAW anggota DPR yang juga menjerat mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan, kader PDIP Saeful Bahri dan mantan anggota Bawaslu, Agustiani Tio Fridelina itu.

Meski penuh drama dan liku, KPK bersama kepolisian masih meyakini mampu membekuk Harun untuk mempertanggungjawabkan suap yang diduga diberikannya kepada Wahyu Setiawan. KPK berharap dapat segera menangkap Harun sehingga penyidikan kasus ini dapat segera dituntaskan. Sebab itu, Ali mengklaim KPK bersama aparat kepolisian terus mencari keberadaan Harun.

“Kami punya ketentuan penyelesaian berkas perkara yang saat ini sedang berjalan. Kami penyidik KPK berkenpentingan menyelesaikan berkas perkara dengan cepat sehingga bisa dilimpahkan ke persidangan. Jadi sama sekali tidak menyembunyikan keberadaan tersangka,” tandas Ali.

KPK diketahui baru menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta.

Disuga suap itu diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Bahkan penahanan tiga tersangka yakni Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina dan Saeful telah diperpanjang selama 40 hari ke depan.

Sedangkan, tersangka Harun Masiku hingga kini masih buron. Sejak KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020), Harun yang disebut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto sebagai kader terbaik PDIP dan korban pemeresan seolah ‘hilang ditelan bumi’.

Ditjen Imigrasi sempat menyebut Harun terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum KPK melancarkan OTT dan belum kembali. Belakangan, Imigrasi meralat informasi tersebut setelah ramai pemberitaan mengenai kembalinya calon anggota DPR dari PDIP pada Pileg 2019 melalui daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan I dengan nomor urut 6 itu ke Indonesia pada 7 Januari 2020.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Soal RS Haji Jakarta, Kemenag Akan Bentuk Tim Audit Khusus

Read Next

Grab Luncurkan Armada Kendaraan Ramah Lingkungan