27 May 2024, 13:03

Bupati Bangkalan Ditangkap KPK

daulat.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan upaya paksa penangkapan terhadap sejumlah tersangka kasus dugaan suap terkait lelang jabatan yang diduga dilakukan oleh kepala daerah dan beberapa pejabat di Pemkab Bangkalan, Jatim. Salah satunya Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

Upaya paksa itu diungkapkan Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri. Dikatakan Ali, para tersangka itu sebelumnya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka di Polda Jatim, Rabu (7/12/2020). Upaya paksa tersebut dilakukan setelah tim penyidik memeriksa Bupati Bangkalan di Polda Jawa Timur.

“Untuk kebutuhan penyelesaian perkara dimaksud, tim KPK menangkap para tersangka tersebut,” kata Ali dalam keterangannya kepada wartawan.

Dikatakan Ali, Bupati bangkalan dan para tersangka lainnya dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Perkembangan akan disampaikan,” ujar Ali.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron sebelumnya sempat menghadiri acara KPK meski sudah berstatus tersangka. Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan kehadiran Bupati Bangkalan Abdul Latif Amir Imron dalam rangkaian kegiatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) di Jawa Timur, Kamis (1/12/2022) lalu.

Dikatakan Ghufron, Abdul Latif menerima undangan sebagai Bupati Bangkalan dalam acara tersebut. Ghufron menilai kehadiran Latif sah saja lantaran belum dilakukan upaya paksa penahanan.

“Bahwa yang bersangkutan saat ini statusnya tersangka, selama belum ada upaya paksa maka statusnya sebagai bupati tidak boleh kemudian dikurangi hak-hak nya, termasuk untuk diundang dalam kegiatan hakordia yang di Jawa Timur,” ucap Ghufron kepada wartawan, dikutip Senin (5/12/2022).

Ghufron juga mengklaim tak ada pertemuan antara pimpinan KPK dengan Latif yang merupakan tersangka suap. Ghufron juga menyebut Abdul Latif hanya berada dalam satu forum yang sama. Ghufron juga menegaskan KPK tidak bersama dengan tersangka korupsi.

“lho apanya bersama, kan dia tidak ketemu, misalnya anda kegiatannya seperti ini, saya di sana anda di sini, dalam satu forum enggak masalah, tidak ketemu secara langsung,” kata Ghufron.

(Rangga)

Read Previous

Komisi III: UU KUHP Patut Dibanggakan Karena Murni Buatan Anak Bangsa

Read Next

Saksi Ahli Tidak Bisa Simpulkan Ada Kerugian Negara dalam Perkara Migor