20 May 2024, 22:18

Bukan Hanya 18 Lembaga, Emrus Dorong Instansi Manfaat Rendah Dibubarkan

daulat.co – Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, Emrus Sihombing, menilai Presiden Joko Widodo telah menunjukkan kepiawaianya sebagai teladan pemimpin extra ordinary. Kata dia, banyak hal pemikiran dan tindakannya sangat luar biasa dan mengejutkan publik dari Presiden Jokowi.

Dalam hal penanganan Covid-19 misalnya, menurut Emrus apa yang dilakukan Presiden boleh jadi belum terpikirkan oleh para pembantunya dan banyak orang. Jokowi turun dalam rangka mempercepat penanganan dan mengatasi berbagai persoalan terkait dengan Covid-19.

Presiden, acapkali muncul dengan gagasan, ide, rencana, kebijakan, keputusan, program yang bertujuan menyelematkan 260 juta lebih penduduk Indonesia. Apapun yang baik dia lakukan demi untuk seluruh rakyat Indonesia.

“Menurut saya, dia pemimpin siap mengambil resiko asal untuk kepentingan rakyat yang lebih luas,” kata Emrus dalam keterangannya, Kamis 16 Juli 2020.

Meski berpenampilan sederhana, ternyata Jokowi sosok pemimpin berani, cepat mengambil keputusan dan tindakan untuk mengatasi berbagai persoalan mendesak. Emrus merujuk bagaimana Jokowi akan cepat mengeluarkan Perpu, merencanakan membuka lahan food estate dan melontarkan pembubaran 18 lembaga pemerintah.

Kata Emrus, pemikiran, rencana dan tindakan proaktif dan sekaligus antisipatif dari Presiden Jokowi tersebut dibutuhkan negeri ini agar tetap bisa “berlayar” di tengah “badai” dan “ombak” yang sangat dahsyat akibat covid-19.

Karena itulah, sejatinya semua kompenen bangsa sejatinya melakukan hal yang sama, berbuat dan bertindak extra ordinary yang terbaik untuk negeri sehingga bisa cepat keluar dari berbagai permasalahan dan mengantisipasi berbagai persoalan yang mungkin timbul ke depan oleh karena Covid-19.

“Jadi, bangsa besar, kita tidak boleh lagi berpikir dan bertindak biasa-biasa saja. Tentu, utamanya para pembatu presiden, kepala daerah, semua PNS dan seluruh komponen bangsa harus mengikuti irama kerja Presiden Joko Widodo,” ucap Emrus.

Untuk wacana pembubaran 18 lembaga misalnya, rencana ini sangat baik dan perlu didukung penuh. Bahkan dalam pekan ini DPR telah memberi sinyal “lampu hijau” persetujuan pembubaran tersebut. Dengan demikian, dipastikan terjadi efisiensi yang luar biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan ke depan tanpa batas waktu.

Bahkan, menurut hemat Emrus, tentu bila memungkinkan, tidak hanya pembubaran 18 lembaga, tetapi semua  instansi di bawah pemerintah yang sama sekali kegunaan dan kemanfaatannya sangat-sangat rendah. Bahkan ada beberapa lembaga tersebut, terdengarpun tidak.

“Itu semua harus dibubarkan, sehingga dana ABPN tersebut dapat dialokasikan ke sektor yang lebih produktif terkait dengan penanganan seluruh dampak dari Covid-19,” kata dia.

Emrus menyarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi-RI terus melakukan pengkajian mendalam dan holistik sehingga bisa mengajukan ke Presiden minimal lima lembaga yang pantas dibubarkan dalam satu bulan. Sampai pada akhirnya, semua lembaga yang selama ini antara “ada dan tiada” ditiadakan saja.

(M Abdurrahman)

Read Previous

Pelaku Pembunuhan Keji Ibu Mertua di Majalangu Didakwa Hukuman Mati

Read Next

Tanah Rampasan Kasus Simulator SIM dari KPK jadi Milik Kementerian ATR/BPN