20 May 2024, 22:24

BPNT Pemalang ‘Disunat’ 15 Ribu Ditentukan Bumdesma, Sardiyan: Saya Pastikan Itu Bohong!

Direktur BUMDes Bersama Rukun Makmur yang juga Wakil Ketua I Bundesma Pemalang Sardiyan (Foto: Sumitro/daulat.co)

Direktur BUMDes Bersama Rukun Makmur yang juga Wakil Ketua I Bundesma Pemalang Sardiyan (Foto: Sumitro/daulat.co)

daulat.co – Forum Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kabupaten Pemalang membantah kabar yang menyebutkan soal penentu besaran fee atau profit agen dengan memotong dana keluarga penerima manfaat (KPM).

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu 6 Mei 2020, Wakil Ketua I Forum Bumdesma Pemalang Sardiyan mengungkapkan, penentuan besaran fee atau profit agen merupakan kesepakatan  bersama antara Forum Bundesma dengan agen.

Kesepakatan diambil karena agen pada awalnya mengajukan hingga Rp 20 ribu sebagai profit atau keuntungan. Dalam kasus di Kecamatan Pemalang dan Kecamatan Taman misalnya, Forum Bumdesma dengan agen selanjutnya melakukan rapat bersama untuk menentukan besaran fee bagi agen.

“Saya pastikan itu bohong! Saya berani bertanggungjawab kalau seperti itu. 15 ribu itu adalah satu permintaan agen yang 20 ribu. Jadi agen itu malah mintanya lebih fantastis, lebih dari 20 ribu,” terang Sardiyan.

“Saya bisa pastikan bahwa yang menentukan 15 ribu itu bukan dari Bumdesma. Angka 15 ribu itu justru satu negosiasi yang luar biasa alotnya karena agen (awalnya) menentukan 20 ribu,” sambungnya.

Direktur BUMDes Rukun Makmur Ulujami itu menjelaskan, istilah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) disunat sebagaimana ramai dibicarakan publik pada pokoknya berangkat dari kesepakatan Forum Bumdesma dan agen tersebut.

Menurutnya, kesepakatan diambil sebagai jalan akhir karena agen pada awalnya meminta diberi keleluasaan untuk menentukan keuntungan sendiri. Forum Bumdesma kemudian hadir untuk mengawal agar margin keuntungan yang diambil dari KPM tidak terlalu besar.

“Itu kesepakatan yang akhirnya, mau tidak mau (diambil). Pemahaman agen itu bebas menentukan keuntungan sendiri, disitulah Bumdesma berusaha untuk mengawal,” jelas Sardiyan.

Sebelumnya, sejumlah agen penyalur sembako pada Program BPNT di Kecamatan Taman membantah telah ‘menyunat’ bantuan bagi KPM. Penentuan profit, kata agen, justru ditentukan oleh Bumdesma selaku suplier komoditas sembako.

Besaran margin keuntungan agen, disebutkan telah ditentukan oleh Bumdesma selaku suplier BPNT di Pemalang. Keuntungan yang didapatkan agen sendiri dipergunakan untuk operasional selama persiapan hingga pendistribusian sembako ke warga.

(Sumitro)

Read Previous

Taufik Hidayat Ungkap Penyerahan Rp 1 Miliar ke Aspri Imam Nahrawi

Read Next

Kisruh Program BPNT, Forum Bumdesma Pemalang Beri Garansi Akomodir Bahan Pangan Lokal