16 May 2021, 22:01

Bocor Bocor! HaMu Fauzi Ajak Pelanggan Boikot PDAM Tirta Mulia

PDAM Tirta Mulia Pemalang

PDAM Tirta Mulia Pemalang

daulat.co – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mulia dikritik aktivis muda Pemalang, Hany Muhammad Fauzi atau akrab disapa HaMu Fauzi. Ia melihat kinerja PDAM Tirta Mulia Pemalang sangat miris karena air yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat dijadikan bisnis.

“Miris sekali melihat air yang notabene kebutuhan dasar manusia dibisniskan. Sudah gitu sering terjadi trouble lagi, masalahnya lagi-lagi pipa bocor,” tegas HaMu dalam keterangannya kepada daulat.co, Rabu 28 April 2021.

Pria yang kerap mengkritisi berbagai kebijakan di Kabupaten Pemalang itu menyebut, pelanggan air PDAM sangat layak melayangkan protes dan melakukan boikot. Sebab permasalahan klasik PDAM terus terjadi. Alih-alih meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD), perusahaan plat merah itu justru terus bermasalah dengan sistem jaringan.

“Saya juga sebagai konsumen akan menonaktifkan dan memboikot PDAM, tak apa-lah air pun dibisniskan itung-itung menambah PAD daerah, namun kalau begini ceritanya hampir setiap hari trouble ya mending boikot saja gaes. yuh kawan2 yang masih menggunakan PDAM kita putusin aja, kembali ke sumur, tinggalkan Tirta Mulia  PDAM!,” tegas HaMu.

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menyatakan, PDAM Tirta Mulia Pemalang selama ini kurang mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat atau pengguna. Padahal, tarif dasar air di PDAM Pemalang dalam catatannya terus mengalami kenaikan.

“Alih-alih inovasi dengan beli layanan aplikasi digital tentang pembayaran, PDAM malah kesannya cuma untuk pengadaan agar bisa di mark up. Masyarakat tidak butuh aplikasi, masyarakat butuh pelayanan yang baik,” ucap HaMu.

“Kalau niatnya ingin menaikkan PAD daerah lewat Perusda, seharusnya pelayanan terhadap pelanggan diutamakan, bukan hanya menaikan tarif dasar PDAM dan menyerap nilai lebih dari rakyat. Sedangkan hampir setiap minggu pasti terjadi permasalahan tentang ketersediaan air di PDAM ini,” sambungnya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti launching air minum dalam kemasan (AMDK) PDAM Tirta Mulia di tengah pandemi Covid-19 baru-bari ini. Launching AMDK menurutnya bisa dilakukan di Pemalang, bukan di luar kota dan digelar di hotel mewah di Semarang.

“Launching itu menurutku tidak usah mewah-mewah, sederhana saja. Mending anggarannya dialokasikan untuk raker pembahasan tentang strategi pelayanan dasar PDAM agar masyarakat memiliki alasan untuk tetap mempertahankan PDAM sebagai pemasok Kebutuhan Air bersih,” tuturnya.

Keluhan soal layanan PDAM Tirta Mulia juga disampaikan salah satu pelanggan. Melalui media sosial, pelanggan mengeluhkan pelayanan dan ditujukan ke akun resmi @Tirta Mulia.

“Banyu ora ngalir2 oh Tirta Mulia  ger d komen jawabe mung sabar 3 dina ws laka banyu andon nang tanggane teus y kayong isin d komen tanggapan mung sabar karo mohon doanya lah ger blet nguyuh laka banyu cewoke angel gon sabar karo ndonga tok sh p bersih ra mambu pesimg kayong tobleg kya urip nang pdalaman laka banyu,” tulis @Najmah Arifah. Rabu, 28 April 2021, sekira pukul 19.05 WIB.

(Rizqon Arifiyandi/Sumitro)

Read Previous

Geledah DPR, KPK Cari Bukti Kasus Suap Walkot Tanjungbalai Dkk di Tempat Azis Syamsuddin

Read Next

Di KPK, Angin Prayitno Bungkam Soal Suap Pajak Panin dan Perusahaan Haji Isam