15 June 2024, 09:09

BMKG Imbau Masyarakat Tak Beraktivitas di Radius 3 KM Gunung Merapi

daulat.co – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melaporkan bahwa terjadi letusan di Gunung Merapi pada Minggu (17/11). Letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo max 70 mm dan durasi 155 detik. Teramati kolom letusan setinggi ±1000 m.

“Angin bertiup ke Barat dan mengakibatkan hujan abu tipis di sebagian wilayah desa Banyubiru Dukun, Kabupaten Magelang. Berdasar pantauan dari BMKG dari citra satelit Himawari pada pukul 13.00 WIB, debu vulkanik sudah tidak terdeteksi lagi di angkasa,” kata Agus pada Minggu (17/11).

Agus menjelaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Merapi dinyatakan pada tingkat Level II (Waspada) sejak tanggal 21 Mei 2018. Potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

Untuk itu PVMBG mengimbau kepada  masyarakat sebagai berikut agar: a. tidak melakukan aktivitas dalam area radius 3 km dari puncak Gunung Merapi; b. masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awanpanas maupun letusan eksplosif; dan c. masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak Gunung Merapi.

Berdasar pantauan Pusdalops BNPB, menurut Agus  situasi di lapangan aman terkendali dan tidak ada dampak yang berarti. “Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti rekomendasi dari PVMBG,” tuturnya.

Untuk diketahui, terkait informasi aktivitas terbaru Gunung Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz dan media sosial BPPTKG.


(Muh Nurrohman)

Read Previous

Di Kaltim, Menpora Buka Fornas V Tahun 2019

Read Next

Kemenag Ingin ASN Jadi Ujung Tombak Moderasi