27 May 2024, 12:48

Bersaksi di Sidang Etik Penyidik Robin, Azis Syamsuddin Siap Ikuti Proses Yang Ada

KPK

daulat.co – Sidang dugaan pelanggaran etik penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju mulai digelar Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK), Selasa (25/5/2021). Salah satu pihak yang dipanggil dan diperiksa dalam persidangan adalah Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

“Hari mulai dilakukan persidangan etik atas nama terlapor RSH (Stepanus Robin Pattuju),” ucap Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean saat dikonfirmasi.

Usai menjalani persidangan sebagai saksi, Azis Syamsuddin memilih irit bicara. Wakil Ketua Umum Partai Golkar yang tampil mengenakan kemeja batik lengan panjang itu dikatahui keluar dari pintu belakang Gedung C-1 KPK, Rasuna Said sekitar pukul 12.15 WIB.

“Saya ikut proses yang ada saja, makasih,” kata Azis.

Dewan Pengawas KPK sebelumnya pernah memeriksa Azis pada Senin (17/5/2021) lalu. Wakil Ketua DPR RI membidangi Politik Hukum dan Keamanan itu diperiksa Dewas KPK terkait dugaan pelanggaran etik penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Dalam kasus dugaan suap Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial dan Robin ini, KPK menduga adanya keterlibatan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin. Robin sebelumnya mengakui pernah melakukan pertemuan dengan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial di rumah dinas (rumdin) Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Pertemuan yang juga dihadiri Azis Syamsuddin itu berlangsung selama 30 menit. Dalam pertemuan itu, Syahrial bercerita soal permasalahannya kepada Robin.

“(Pertemuan) setengah jam. Ya dia (Syahrial) menceritakan masalah dia,” ungkap Robin usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Pertemuan antara Robin dan Syahrial tersebut terjadi di rumah dinas Azis di Jakarta Selatan pada Oktober 2020.
Dalam pertemuan tersebut, Azis memperkenalkan Stepanus dengan Syahrial karena diduga Syahrial memiliki permasalahan terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK agar tidak naik ke tahap penyidikan.

Azis Syamsuddin juga meminta agar Robin dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Pasca pertemuan di rumah Azis, Robin menindaklanjutinya dengan mengenalkan Syahrial kepada pengacara bernama Maskur Husain untuk bisa membantu permasalahannya. Robin bersama Maskur sepakat untuk membuat komitmen dengan Syahrial terkait penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk tidak ditindaklanjuti oleh KPK dengan menyiapkan uang sebesar Rp 1,5 miliar.

Syahrial menyetujui permintaan Robin dan Markus dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, yang mana teman dari saudara Robin, dan juga Syahrial memberikan uang secara tunai kepada Robin hingga total uang yang telah diterima Robin sebesar Rp 1,3 miliar.

Pembukaan rekening bank oleh Robin dengan menggunakan nama Riefka dimaksud telah disiapkan sejak bulan Juli 2020 atas inisiatif Maskur. Setelah uang diterima, Robin kembali menegaskan kepada Maskur dengan jaminan kepastian bahwa penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak akan ditindaklanjuti oleh KPK. Dari uang yang telah diterima oleh Robin dari Syahrial, lalu diberikan kepada Markus sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta.

Markus juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta, sedangkan Robin dari bulan Oktober 2020 sampai April 2021 juga diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia sebesar Rp 438 juta.

Tim penyidik KPK sebelumnya telah menggeledah 3 rumah pribadi, rumah dinas, dan ruang kerja Azis Syamsuddin di DPR. Dari penggeledahan itu, tim penyidik mengamankan sejumlah barang bukti.

Azis sendiri telah dicegah berpergian ke luar negeri selama 6 bulan, terhitung sejak 27 April 2021. Selain Azis, dua pihak swasta yakni Agus Susanto dan Aliza Gunado juga dicegah berpergian keluar negeri.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Gaji 97 Ribu PNS Fiktif, Sufmi Dasco: Kalau 15 Orang Kita Maklum

Read Next

Kemiskinan Petani di Jateng Tinggi, Organ Sayap PDIP Ingatkan Ganjar Turun & Perjuangkan Nasib Wong Cilik