16 June 2024, 14:04

Berikut Harapan Kemenag Pada Program Daerah Binaan

daulat.co – Wakil Menteri Agama  Zainut Tauhid menjelaskan bahwa Program Percontohan (Proper) Daerah Binaan merupakan kolaborasi dari empat direktorat di lingkungan Bimas Islam dan telah berjalan sejak 2018. Diharapkan Proper ini ada dampak positif berkelanjutan yang dihasilkan.

“Saya tegaskan sesuai namanya, Program Percontohan harus betul-betul menjadi contoh. Jangan hanya diresmikan lalu hilang,” tegas Zainut Tauhid saat meresmikan Program Percontohan Daerah Binaan Kemenag di Desa Sioyong, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah Selasa (17/12).

“Ini pertaruhan kita, bahwa ini harus berlanjut di masa yang akan datang. Karena kita sudah nyatakan ini sebagai program percontohan, sehingga harus menjadi contoh dengan capaian outcome yang diharapkan,” sambung Wamenag. 

Outcome yang diharapkan dari program percontohan daerah binaan Bimas Islam Kemenag tersebut lanjut Zainut Tauhid yakni pertama, peningkatan kesalehan sosial melalui pendampingan dan pembimbingan terhadap umat secara berkesinambungan. Kedua, pemberian bantuan, diharapkan Ormas Islam dan Majelis taklim agar bisa lebih aware (peduli) terhadap umat Islam. 

“Ketiga, kemandirian dalam hal ekonomi keumatan dalam kurun waktu tiga tahun kedepan setelah peluncuran,” ujar Wamenag. 

Keempat, Wamenag berharap keberadaan daerah binaan menjadi bagian pencegahan masuknya paham keagamaan yang menyimpang serta terciptanya kerukunan umat antar beragama. “Kelima, pendampingan yang secara berkelanjutan terhadap Kampung Muallaf di Dusun Simontomo ini agar tetap istiqomah terhadap ajaran agama Islam dan secara aktif merawat kerukunan antar umat beragama. Dan keenam, menularkan desa sekitar dalam hal kesalehan sosial,” harapnya. 

Wamenag pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah, Baznas, dan LAZ yang telah manjalin sinergi agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat dan terus mengupayakan agar usaha produktif masyarakat bisa diperkuat. MIisalnya melalui bantuan modal, dan lainnya. 

“Selanjutnya saya sangat mengarapkan Pemerintah Daerah juga memberikan dukungan secara aktif agar program ini berjalan berkelanjutan minimal dalam kurun waktu tiga tahun sudah bisa benar-benar sebagai Daerah Percontohan,” tandas Wamenag. 

Sehingga manfaatnya juga berkesinambungan dan semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan. “Karena Program percontohan ini tidak bisa berjalan sesuai harapan tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak,” tutup Wamenag.

Tampak hadir saat launching Kakanwil Kemenag Sulteng, Rusman Langke, Plh Dirjen Bimas Islam Tarmizi, Bupati Donggala Kasman Lassa, Wakil Bupati Donggala Moh Yasin dan Plt Kakankemenag Kabupaten Donggala Gasim Yamani.

Read Previous

Daerah Binaan Bagian Teguhkan Moderasi Beragama

Read Next

Nelayan Harus Dapat Manfaat Dari Ekspor Benih Lobster