19 June 2024, 17:28

Beredar Kabar Warga Wanamulya Positif Terpapar Corona, Tim Gugus Tugas Pemalang Tunggu Data Resmi

Ketua Tim Gugus Tugas Pemalang H Junaidi (Foto: Sumitro/daulat.co)

Ketua Tim Gugus Tugas Pemalang H Junaidi (Foto: Sumitro/daulat.co)

daulat.co – Kepala Desa Wanamulya Ribut Triyono membenarnya beredarnya kabar mengenai warganya yang dinyatakan positif terpapar virus corona. Informasi mengenai warga Wanamulya, Kecamatan Pemalang, positif terpapar corona ini beredar luas di media sosial.

Pasien terpapar corona disampaikan sebelumnya bekerja di Jakarta sebagai pelayan toko. Pasien pulang ke Wanamulya untuk mengantarkan jenazah salah satu anggota keluarganya pada 21 Maret 2020. Selanjutnya, pada 26 Maret yang bersangkutan mengeluh sakit dan diibawa ke RSUD Ashari hingga akhirnya dirujuk ke Semarang.

“Hasil dari rumah sakit, pada Sabtu 4 April kemarin, pasien dinyatakan positif Covid. Tapi itu masih lewat chat WA dari rumah sakit. Hasil resminya belum,” jelas Triyono kepada wartawan kemarin.

Dijelaskan, pasien terpapar corona pulang dari rumah sakit pada 2 April secara mandiri dan dijemput dengan mobil siaga. Pasien selanjutnya diisolasi dirumahnya sambil menunggu hasil lab. Belakangan melalui pesan WhatsApp pihaknya mendapatkan informasi mengenai warganya terpapar Covid-19.

Pihak Desa Wanamulya kemudian melakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan kewaspadaan yang disampaikan kepada seluruh warga desa. Dimana ditekankan agar warga yang tidak ada kepentingan mendesak diminta untuk tinggal dirumah serta menghindari berkumpul.

“Pascakepulangan yang bersangkutan tidak ada sanak saudara yang menjenguk, kecuali sopir dan kakaknya yang ikut ke semarang. Bahkan sudah dipisahkan tersendiri,” kata Triyono.

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemalang, H Junaidi, meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai warga Wanamulya terpapar corona. Kata dia, sepanjang sumber resmi dari pihak yang memiliki otoritas belum menyampaikan seseorang terpapar covid atau tidak, maka informasi yang beredar adalah hoax.

“Informasi itu tidak benar. Positif atau tidak (negatif), itu harus ada sumber resmi dalam hal ini oleh otoritas yang berwenang. Dan sampai malam ini, kami belum terima data resminya,” kata dia kepada wartawan.

“Itu sebetulnya dalam rangka karantina mandiri menjelang sembuh. Jadi tolong masyarakat tidak usah panik dan percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya,” sambung Bupati Pemalang itu.

(Sumitro)

Read Previous

Ingat! Stabilitas Harga Pangan Pengaruhi Masalah Sosial

Read Next

Guspardi: Sebaiknya Rencana Pemindahan IKN Ditunda dan Dialihkan Untuk Penanganan Covid-19