30 May 2024, 03:29

Bela Klien, Kuasa Hukum: Tak Ada Uang Suap Mengalir ke Juliari Batubara

Juliari P Batubara

Juliari P Batubara

daulat.co – Tim kuasa hukum Juliari Peter Batubara, Maqdir Ismail bersikukuh bahwa uang dugaan suap Bansos Corona Kemensos tak sepeser pun mengalir ke kliennya. Menurut Maqdir hal tersebut berdasarkan fakta hukum yang telah terungkap dalam persidangan.

Maqdir pun masih tidak habis pikir terkait kasus suap Bansos yang dihadapi kliennya. Pertama, ucap Maqdir, bahwa dakwaan dalam kasus ini adalah suap, akan tetapi tidak ada uang suap yang disita dari Juliari dan tidak juga ada hartanya yang diduga dibeli dari uang suap yang disita.

“Bahwa yang sudah pasti menerima uang itu adalah Matheus Joko Santoso seperti diterangkan Harry Van Sidabukke dan Adrian Maddanatja, misalnya  membeli rumah untuk istri mudanya di Cakung,” ucap Maqdir dalam keterangannya, Senin (9/8/2021).

Maqdir menekankan, pernyataan di atas bukan berdasarkan asumsi. Pasalnya uang senilai Rp 14,5 miliar itu disita dari rumah istri Matheus Joko Santoso yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Maqdir juga menduga, uang itu di dapat dari rumah teman dekat Matheus Joko, Daning Saraswati di Jakarta.

“Sebagaimana diterangkan oleh Saksi Sanjaya dan Saksi Wan M. Guntar dan Matheus Joko Santoso, dari jumlah uang yang disita tersebut berasal dari pengambilan uang dari rekening PT. Rajawali Prama Indonesia di BRI KC Kramat pada tanggal 3 Desember Rp. 5,700.000.000 dan tanggal 4 Desember 2020 sebesar Rp 2.360.000.000,” ungkap Maqdir.

Akan tetapi, dalam surat tuntutan uang tersebut sebagai barang bukti untuk membenarkan fakta hukum. Namun uang itu diterima Matheus Joko Santoso dari sejumlah vendor.

Selanjutnya dalam fakta hukum tersebut, kata Maqdir, tidak pernah dinyatakan adanya uang sebesar Rp 8.060.000.000 yang berasal dari pengambilan uang dari rekening PT. Rajawali Prama Indonesia di BRI KC Kramat pada tanggal 3 Desember  2020 dan tanggal 4 Desember 2020.

“Dengan demikian menurut hemat kami sebenarnya tidak ada uang yang nilainya mencapai Rp 29.252.000.000,00 dari beberapa vendor,” ujarnya.

Ditegaskan Maqdir, adanya penerimaan uang sebesar Rp 29.252.000.000 adalah tidak benar. Menurut Maqdir, hal ini hanya berdasarkan keterangan tunggal dari Matheus Joko Santoso.

“Diperlukannya fakta hukum bahwa ada  uang yang diterima oleh Matheus Joko  Santoso mencapai Rp 29.252.000.000 dari beberapa vendor ini, tentu maksudnya untuk membenarkan keterangan yang pernah dia sampaikan dihadapan penyidik bahwa ada uang sebesar  Rp 14.700.000.000 diserahkan oleh Adi Wahyono melalui Saksi Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo, dan Eko Budi Santoso kepada Terdakwa Juliari P. Batubara,” kata Maqdir.

“Akan tetapi faktanya tidak ada uang yang diterima oleh Terdakwa Juliari P. Batubara sebesar Rp 14.700.000.000,00 yang diserahkan oleh Adi Wahyono melalui Saksi Selvy Nurbaity, Kukuh Ary Wibowo dan Eko Budi Santoso,” sambungnya.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Asrama Haji jadi RS Merupakan Wujud Komitmen Kemenag Dalam Penanggulangan Covid-19

Read Next

Penurunan Kasus Positif Covid-19 Harus Diikuti Upaya Peningkatan Preventif Yang Masif