21 October 2021, 08:30

Azis Yang Memilih, Lalu Dijerat

Azis Syamsuddin

Azis Syamsuddin

daulat.co – Terpilihnya Firli Bahuri empat orang lainnya menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 tak luput dari andil Politikus Golkar, Aziz Syamsuddin, yang saat itu menjabat Ketua Komisi III DPR RI. Beberapa waktu berlalu, lembaga yang dikomandoi jendral bintang tiga itu balik membidik dan menjerat Azis jadi pesakitan dugaan rasuah.

Sabtu (25/9/2021) dinihari, Firli mengumumkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) atas nama Azis Syamsuddin yang kini menjabat Wakil Ketua DPR RI. Dalam pengumuman itu, Azis turut dipamerkan. Sepanjang jumpa pers, Azis yang tampil mengenakan kemeja batik berbalut rompi tahanan hanya menundukan kepala sembari berdiri tepat dibelakang kursi yang diduduki Firli.

Dalam keteranganya, Firli mengumumkan penetapan tersangka Wakil Ketua DPR RI, Aziz Syamsuddin atas dugaan pemberi suap terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi Kabupaten Lampung Tengah yang ditangani oleh KPK.

“Dengan telah dilakukannya pengumpulan berbagai bahan keterangan mengenai dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK melanjutkan ke tahap penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK sejak awal September 2021 meningkatkan status perkara ini ke Penyidikan dengan mengumumkan tersangka, AZ (Muhammad Azis Syamsuddin) Wakil Ketua DPR RI Periode 2019-2024,” ucap Firli.

Dalam konstruksi kasus, Azis duga memberi suap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) terkait penanganan perkara tersebut. Dalam pengurusan perkara itu, Robin berkolaborasi dengan seorang pengacara bernama Maskur Husain (MS).

Kata Firli, komitmen dugaan suap Azis ke Robin dan Maskur senilai Rp 4 miliar. Dari jumlah tersebut, pemberian uang yang terrelisasi secara bertahap senilai Rp 3,1 miliar, dalam bentuk rupiah, dollar Singapura, dan dollar Amerika.

“Pada sekitar Agustus 2020, AZ (Azis menghubungi SRP dan meminta tolong mengurus kasus yang melibatkan AZ dan AG (Aliza Gunado) yang sedang dilakukan penyelidikannya oleh KPK,” ujar Firli.

Atas perbuatannya tersebut, kata Firli tersangka Azis Syamsuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tak ada pasal penyertaan atau Pasal 55 dalam sangkaan terhadap Azis. Padahal, turut disebut nama Aliza Gunado, orang dekat Azis yang juga kader Golkar sekaligus pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

Dipenghujung pembacaan pointer penetapan tersangka Azis, Firli menegaskan pihaknya tidak segan menindak penyelenggara negara yang melakukan perbuatan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu demi mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi.

“KPK menyayangkan perbuatan yang dilakukan AZ. Sebagai penyelenggara negara dan wakil rakyat, seharusnya bisa menjadi contoh untuk tidak melakukan tindak pidana korupsi,” tegas Firli.

Kembali ke pemilihan lima komisioner KPK periode 2019-2023 pada Kamis (12/9/2019) malam, akhirnya Komisi III DPR RI memilih lima komisioner KPK lewat mekanisme voting yang dihadiri 56 anggota Komisi III DPR. Pemilihan itu dilakukan setelah dilakukan uji kepatutan dan kelayakan atas sepuluh nama calon komisioner KPK selama
dua hari.

Usai menguji para calon pimpinan KPK, Aziz Syamsuddin yang saat itu menjabat Ketua Komisi III DPR RI, memutuskan lima calon terpilih. Mereka yakni Firli Bahuri, Alexander Marwata, Nurul Gufron, Nawawi Pamolongo, dan Lili Pantauli Siregar. Suara terbanyak diraih Firli yang merupakan mantan Deputi Penindakan KPK dengan perolehan 56 suara.

“Dengan demikian apakah lima orang ini bisa disepakati?” tanya Ketua Komisi III, Azis Syamsudin dalam rapat pleno yang kemudian disambut persetujuan seluruh anggota Komisi III, Kamis (12/9/2019) malam.

Setelah voting, rapat diskors selama lima menit, untuk menentukan ketua KPK.  Berdasarkan kesepakatan seluruh fraksi di DPR, Komisi III akhirnya sepakat memilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019 – 2023.

“Berdasarkan diskusi, musyawarah dari seluruh perwakilan fraksi yang hadir menyepakati untuk menjabat Ketua KPK masa bakti 2019-2023 sebagai ketua adalah saudara Firli Bahuri,” ujar Azis.

Usai voting, lima komisioner terpilih itu menandatangani komitmennya dengan Komisi III di atas kertas bermeterai. Sebelumnya hal tersebut belum pernah terjadi usai pemilihan komisioner KPK.

Kemudian, nama-nama para komisioner terpilih itu dibawa ke rapat paripurna DPR untuk disahkan sebagai komisioner KPK. Kelima komisioner KPK itu selanjutnya dilantik oleh Presiden di Istana Negara. Lima pimpinan KPK periode 2019-2023 itu dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Dijebloskan ke Rutan Polres Jaksel, Politikus Golkar Azis Syamsuddin Bungkam

Read Next

Cetak Kader Militan, GP Ansor Pemalang Gelar Pelatihan Dasar Kepemimpinan