20 May 2024, 23:19

Apresiasi Baznas, Muhammadiyah Pemalang Ingatkan Bantuan Keagamaan Harus Tepat Sasaran

daulat.co – Bantuan keagamaan tokoh agama, marbot masjid, guru madrasah, pengurus lembaga keagamaan beserta pengurus ponpes di Kabupaten Pemalang telah disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama Baznas dan Kemenag.

Penyaluran bantuan dibagikan pada 14 Kecamatan, dengan alokasi berupa sembako dan alat ibadah dengan total anggaran sebesar Rp 1 Miliar. Dengan rincian yaitu, Kecamatan Pemalang Rp 80 Juta, Kecamatan Taman Rp 75 juta, Kecamatan Petarukan Rp 75 juta

Sedangkan untuk Kecamatan Comal, Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Bodeh, Kecamatan Ulujami, Kecamatan Bantarbolang, Kecamatan Warungpring, Kecamatan Randudongkal, Kecamatan Watukumpul, Kecamatan Pulosari, Kecamatan Moga dan Kecamatan Belik, masing masing mendapatkan 70 Juta.

Terkait adanya bantuan tersebut, Ormas Muhammadiyah Kabupaten Pemalang merasa bersyukur atas kepedulian Pemerintah, Baznas, dan Kemenag kepada fisabilillah di Kabupaten Pemalang. Hal itu disampaikan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ulujami, Ruyadi, Jumat, 23 April 2021

Kepada daulat.co, Ruyadi Annavie berharap menghimbau bantuan bagi tokoh Agama, marbot, pengurus ponpes, guru TPQ segera disalurkan kepada yang berhak menerimanya dan berharap penyaluran dilakukan secara tepat sasaran dan tidak ada potongan dengan alasan apapun.

“Berikan apa yang sudah menjadi haknya jika memang ada bantuan sebagaimana peruntukannya, tepat sasaran dan jangan sampai ada potongan”. Katanya.

Dilanjutkannya, Muhammadiyah harapan pemerintah daerah ke depann dapat lebih memperhatikan fasilitas masjid, ponpes, TPQ dalam rangka kenyamanan dan keamanan jamaah maupun santri.

Terpisah, Kepala Desa Tasikrejo Kecamatan Ulujami, Sopiyudin yang pada Rabu silam (21/04/2021) berkesempatan menghadiri penyerahan bantuan di Pendopo Kecamatan Ulujami mengatakan bahwa Desa Tasikrejo baru menerima 2 paket bantuan untuk 2 orang ustadz.

Kata dia, dirinya tidak mengetahui berapa paket bantuan yang nantinya akan diterima, karena pihak desa tidak pernah diminta mengajukan data jumlah marbot, jumlah guru TPQ dan jumlah ustadz.

“Yang kemarin diterima saya juga gak tau bentuknya apa, karena langsung diterima yang berhak menerima,” kata Sopiyudin. Saat ditemui daulat.co

(Rizqon Arifiyandi)

Read Previous

2,5 Juta Peserta Kartu Prakerja 2021 Terima Intensif

Read Next

Menilik Harta Pemberi dan Penerima Suap Penanganan Perkara Tanjungbalai di KPK