21 October 2021, 10:23

Angin & Dadan Didakwa Terima Suap Pajak Miliaran dari Jhonlin Baratama hingga Bank Panin

Panin Bank

Panin Bank

daulat.co – Dua mantan pejabat pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Angin Prayitno Aji bersama-sama Dadan Ramdani didakwa menerima suap sebesar Rp 15 miliar dan 4 juta dolar Singapura. Suap sekira Rp 57 miliar itu berkaitan dengan pengurusan pajak PT Jhonlin Baratama (JB); PT Bank PAN Indonesia (PANIN); serta PT Gunung Madu Plantations (GMP).

“Terdakwa melakukan, dan turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, menerima hadiah atau janji yaitu menerima uang yang keseluruhannya sebesar Rp 15 miliar dan 4 juta dolar Singapura,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Takdir Suhan, saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

Suap itu diterima dua mantan pejabat pajak tersebut melalui para konsultan pajak tiga perusahaan besar tersebut. Tiga konsultan dan satu kuasa pajak itu yakni, Veronika Lindawati selaku kuasa dari PT Bank Panin, Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama. Sementara konsultan pajak dari PT Gunung Madu Plantations yakni Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi.

“Yaitu menerima uang yang keseluruhannya sebesar Rp 15.000.000.000 dan SGD4,000,000 dari Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Magribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, dari Veronika Lindawati selaku kuasa dari PT Bank PAN Indonesia Tbk, dari Agus Susetyo selaku konsultan pajak PT Jhonlin Baratama,” ungkap jaksa.

Atas perbuatannya, kedua mantan pejabat pajak tersebut didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Angin Prasetyo Aji selaku mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak, serta Dadan Ramdani selaku bekas Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, didakwa menerima suap bersama-sama dengan tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak.

Adapun, tim pemeriksa pajak pada Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak yang didakwa turut serta menerima suap yakni, Wawan Ridwan; Alfred Simanjuntak; Yulmanizar; dan Febrian. Mereka diduga telah merekayasa hasil penghitungan pajak tiga perusahaan besar tersebut.

“(Mereka) merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT Gunung Madu Plantations (GMP) untuk tahun pajak 2016; wajib pajak PT BANK PAN Indonesia (PANIN),Tbk tahun pajak 2016 dan wajib pajak PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017,” ujar jaksa.

(Rangga Tranggana)

Read Previous

Santri Aset Bangsa Untuk Mempertahankan Persatuan

Read Next

Bupati Andi Merya dan Kepala BPBD Kolaka Timur jadi Tersangka Suap Proyek Dana Hibah BNPB